KabarBaik.co – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan mendatangkan Liquefied Natural Gas (LNG) dari fasilitas likuifaksi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan PT National Energy Solutions (NES) untuk memastikan pasokan energi domestik tetap terjaga di tengah permintaan yang terus meningkat.
Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini, menegaskan bahwa perusahaan terus mencari sumber gas baru, terutama untuk memenuhi kebutuhan segmen LNG ritel di berbagai wilayah.
“Permintaan gas terus meningkat, dan kepastian pasokan menjadi hal yang sangat krusial. Kami juga memperluas pasar di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, di mana kebutuhan gas untuk sektor industri dan kelistrikan cukup signifikan,” ujar Ratih, Selasa (4/3).
Sebagai bagian dari kerja sama ini, PGN akan menandatangani Perjanjian Jual Beli LNG (PJBLNG) dengan NES. Volume LNG yang akan disuplai berkisar antara 350.000 hingga 700.000 MMBTU per tahun, dengan durasi kontrak selama lima tahun sejak perjanjian mulai berlaku.
Anak usaha PGN, PT PGN LNG Indonesia (PLI), dan anak usaha NES, PT Nusa Energi Sejati (NUSA), juga berencana membentuk konsorsium untuk mengoptimalkan pengelolaan fasilitas LNG Plant NES. Saat ini, PLI sedang melakukan proses due diligence terhadap fasilitas tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Kami menargetkan peluncuran proyek LNG Plant setiap dua tahun. Dalam lima tahun ke depan, kami berharap dapat membangun sekitar 50 fasilitas LNG dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PGN Group,” ungkap Direktur NES, Hendradi J. Suryanto.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada September 2023. PGN dan NES sepakat untuk mengoptimalkan sumber daya energi domestik sekaligus menekan impor, sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian energi nasional.
PGN juga menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dalam seluruh proses bisnis LNG.
“Proses bisnis yang transparan dan profesional tidak hanya mendukung kinerja perusahaan, tetapi juga membantu meningkatkan efisiensi energi nasional,” pungkas Ratih.(*)