KabarBaik.co – Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono mengungkap, melonjaknya harga cabai rawit di pasaran yang mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 98 ribu per kilogram dipengaruhi faktor cuaca.
Adhy mengatakan, kenaikan harga tersebut memang menjadi keluhan masyarkat di Jawa Timur.
“Wajar karena naiknya sangat jauh dari sebelumnya. Di mana dulu rata-rata harga di 40 sampai 50 ribu per kilonya. Saat ini hanpir mendekati Rp 100 ribu per kilogram,” kata Adhy saat dikonfirmasi di acara simulasi MBG di Jember, Rabu (8/1) lalu.
Ia menyebut jika kondisi terkini harga bahan pokok di wilayah Provinsi Jawa Timur cenderung stabil. Meski, adanya lonjakan harga pada cabai merah keriting yang menjadi pengecualian.
“Saya bersama menteri perdagangan keliling setiap pagi, kemudian didapati bahwa untuk Jawa Timur saat ini sangat stabil, seluruh produk sembako tidak ada yang melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi, Red) kecuali cabai merah keriting,” katanya.
Dirinya menjelaskan alasan di balik meroketnya harga cabai keriting akibat musim hujan yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah Jawa Timur.
“Karena ini memang musim hujan, rontok, panen belum semua, sebentar lagi juga akan masuk masa akan tumbuh kembali,” ujarnya.
Kendati demikian, capaian tersebut dinilai luar biasa setelah beberapa bulan berlalu dengan mengacu pada indeks inflasi yang berada di kisaran 0,26 persen hingga 0,41 persen dalam tiga bulan terakhir. Angka tersebut, jauh di bawah nasional. (*)








