Polisi Ungkap Kronologi Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas di Bojonegoro, Ayah Ikut Jadi Korban

oleh -81 Dilihat
Olah TKP. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Seorang ibu di Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh anak kandungnya sendiri, Rabu (26/8) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, dalam kejadian itu terdapat dua orang yang menjadi korban dan keduanya masih memiliki hubungan keluarga.

“Ada dua orang yang menjadi korban yang masih berstatus keluarga dekat, satu dinyatakan meninggal dunia dan satu orang lainnya luka-luka,” ungkap Cipto usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban meninggal dunia diketahui bernama Supatmi, 65, yang merupakan ibu kandung pelaku. Sementara korban lainnya adalah Mahbop, 70, ayah pelaku, yang mengalami luka-luka juga di bagian kepala dan masih dalam perawatan medis.

Sedangkan pelaku diketahui bernama Mahfud, 30, warga Desa Bungur, Kecamatan Kanor. Mahfud ditengarai mengalami gangguan kejiwaan alias ODGJ.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban yang berada di RT 01/RW 04 Desa Bungur. Supatmi ditemukan dalam kondisi bersimbah darah setelah diduga dianiaya menggunakan batu.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada petugas Polsek Kanor. Pelaku selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Pantauan di lokasi, sejumlah personel Satreskrim Polres Bojonegoro masih melakukan olah TKP. Rumah korban juga telah dipasangi garis polisi. Sejumlah warga, kerabat, dan tetangga tampak berkumpul di sekitar lokasi kejadian.

Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban dan benda yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.

Cipto menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap kedua orang tuanya.

Terkait informasi yang menyebut pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan, Cipto mengatakan hal tersebut masih dalam proses pemeriksaan.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk kronologi dan motifnya. Berikut kondisi kejiwaan pelaku masih dalam pemeriksaan,” jelasnya.

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah Supatmi kemudian dievakuasi ke RSUD Bojonegoro untuk menjalani proses pemulasaran jenazah. Sampai dengan saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian dan motif di balik dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.