Polres Gresik Periksa 2 Oknum Polisi yang Diduga Peras Pelaku Judol, Pastikan Berjalan Objektif

oleh -101 Dilihat
Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza didampingi Kasi Propam Iptu Eriq Panca Nur Patria. (Foto: Andika DP)
Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza didampingi Kasi Propam Iptu Eriq Panca Nur Patria. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co, Gresik – Sipropam Polres Gresik tengah memeriksa dua oknum anggota Polsek Duduksampeyan yang viral diduga melakukan tindak pemerasan terhadap pelaku judi online (judol) di Desa Petung, Kecamatan Panceng.

Hal tersebut dibenarkan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza didampingi Kasi Propam Iptu Eriq Panca Nur Patria. Ia menjelaskan, dua oknum polisi itu telah menjalani pemeriksaan sejak Senin (17/8) kemarin.

Keduanya merupakan personel Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan berinisial Brigpol D dan Briptu P. Mereka diamankan warga Petung dan dikabarkan sempat menjadi sasaran amuk massa.

“Terkait dua oknum anggota tersebut, saat ini masih menjalani pemeriksaan dan penyelidikan oleh Sipropam Polres Gresik dan diasistensi oleh Bidpropam Polda Jatim,” ujar Iptu Hepi, Selasa (18/8).

Hepi tidak menampik bahwa pemeriksaan 2 oknum itu berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap pelaku judol. Meski demikian, Hepi belum bisa menyampaikan hasilnya secara detail.

“Masih pendalaman, sejauh ini ada 5 orang yang diperiksa, baik dari warga maupun anggota kepolisian,” jelasnya.

Selain itu, para terduga pelaku judol telah ditangani Satreskrim Polres Gresik. Pihaknya berkomitmen seluruh proses tersebut akan dilakukan secara objektif.

“Bilamana terbukti pelanggaran tersebut terjadi, akan dilakukan penegakan hukum melalui Sipropam,” bebernya.

Kabar yang dihimpun, penangkapan dua oknum polisi oleh warga itu terjadi pada Minggu (16/8) malam di Desa Petung, Kecamatan Panceng. Belum diketahui secara pasti bagaimana kronologi yang sebenarnya.

Namun kabar yang beredar, mereka diduga melakukan pemerasan terhadap warga setempat yang dituding jaringan judol.

“Awalnya ada 3 warga yang didatangi dan dituding jaringan judol, kemudian masing-masing diminta uang damai,” ujar Hafidz, warga setempat.

Pada Minggu malam, mereka kembali datang ke rumah warga yang lain. Mereka kembali menuding warga yang terlibat judol untuk meminta uang tambahan.

“Warga yang emosi akhirnya diam-diam mengikuti gerak-gerik oknum polisi itu,” bebernya. Pihak keluarga korban pun mengajak kedua oknum polisi tersebut agar melakukan mediasi dan menyelesaikan permasalahan di balai desa hingga terjadi pengepungan. Videonya kemudian viral di media sosial.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.