Prabowo Sebut Banyak Negara Antre Beli Pupuk dari Indonesia di Tengah Konflik Global

oleh -85 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 16 at 1.48.42 PM
Presiden Prabowo saat menyapa warga Nganjuk (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Presiden Prabowo Subianto membawa kabar terkait episentrum krisis global. Di tengah kecemasan dunia akibat konflik di Timur Tengah, Indonesia justru berdiri sebagai oase pangan yang kian diperhitungkan.

“Sekarang saja sudah terbukti, banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup, 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz,” ujar Prabowo saat peresmian museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Sabtu (16/5).

Sumbatan di Selat Hormuz, kata Prabowo, bukan sekadar urusan BBM. Efek domino dari krisis energi ini langsung memukul sektor pertanian global secara telak.

Pasalnya, bahan baku utama pembuatan pupuk anorganik sangat bergantung pada pasokan minyak dan gas yang kini jalurnya terputus dan harganya melambung tinggi. Akibatnya, rantai pasok pangan global mulai goyah dan kepanikan melanda berbagai belahan bumi.

“Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, banyak negara minta pupuk dari Indonesia,” ungkap Prabowo di hadapan para tamu undangan yang hadir.

Negara-negara yang mengantre pasokan pupuk urea dari Indonesia bukanlah negara dengan wilayah kecil. Mulai dari tetangga dekat di Asia Tenggara hingga negara raksasa di belahan bumi lain kini menggantungkan harapan pada Indonesia

“Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak yang bisa memberi bantuan. Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya bantu semua,” terang Prabowo dengan nada optimis.

Menariknya, daya tarik Indonesia di mata internasional kini tidak lagi terbatas pada komoditas pupuk. Presiden mengungkapkan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas pangan domestik lambat laun mulai menarik minat negara-negara luar untuk turut mengimpor beras dari Indonesia.

Dalam narasi keberhasilan ini, sosok Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat sorotan khusus dari Kepala Negara. Prabowo secara terbuka memuji dedikasi sang menteri yang dinilai memiliki determinasi tinggi dan memahami betul denyut nadi kehidupan para petani di akar rumput.

“Untung kita punya menteri pertanian yang hebat, karena memang dia anaknya petani, emang dia mukanya hitam kayak gitu. Tiap saya telepon ada di sini, ada di situ, hebat. Ini menteri yang hebat, terima kasih. Timnya juga hebat, wakilnya juga hitam kayak dia,” seloroh Prabowo.

Di bawah terik matahari Nganjuk, pidato tersebut bukan sekadar laporan seremonial, melainkan sebuah penegasan. Bahwa di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja, Indonesia berhasil mengamankan dapurnya sendiri, sekaligus mengulurkan tangan bagi negara lain yang sedang kesulitan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.