KabarBaik.co, Surabaya – Seorang pria tewas tenggelam di Kalimas sisi timur yang masuk wilayah Pabean Cantian, Sbatu (20/6). Belum diketahui kronologi penyebab pria tersebut tenggelam hingga ditemukan tewas.
Korban adalaha M alias Dito, 21, warga Tambah Wedi Tengah. Tenggelamnya korban dilaporkan sekitar pukul 09.57 WIB. Segera setelah menerima informasi, petugas gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
“Kurang lebih tadi jam 09.00 titik sekian kami mendapatkan laporan, lalu kemudian kami meluncur ke TKP mencari saksi mata agar kita bisa mengambil langkah yang tepat,” ujar perwakilan Tim BPBD Kota Surabaya kepada awak media.
Berdasarkan keterangan saksi mata, posisi terakhir korban berada di dekat sebuah kapal atau besi berwarna putih di area pelabuhan setempat. Petugas kemudian melakukan penyisiran secara manual mulai dari titik selatan kapal tersebut.
“Berikut kesaksian saksi, terakhir korban itu berada di samping besi warna putih itu. Lalu kemudian saya turun menggunakan cara manual di area pelabuhan. Dari titik selatan daripada besi warna putih, kemudian kami sisir,” tambahnya.
Upaya pencarian berjalan cepat. Hanya dalam waktu kurang dari 5 menit, tim berhasil menemukan korban pada jarak sekitar 3 meter dari titik terakhir yang dilaporkan saksi mata. Namun sayang, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.
“Kami sisir kurang lebih 3 meter dari titik terakhir bisa kami temukan. Kondisi mohon maaf, untuk kondisi sudah meninggal dunia. Namun demikian itu upaya kami kurang dari 5 menit bisa kami temukan,” jelasnya.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke daratan. Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh tim Inafis Polres Tanjung Perak. Usai berkoordinasi dan mendapatkan izin dari pihak keluarga, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses kepolisian dan penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti mengapa korban bisa tenggelam di sungai tersebut. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi kejadian. (*)






