Puluhan Siswa di Lombok Timur Diduga Keracunan MBG

oleh -102 Dilihat
Aparat kepolisian saat melakukan pemantauan korban keracunan MBG di Lombok Timur.
Aparat kepolisian saat melakukan pemantauan korban keracunan MBG di Lombok Timur.

KabarBaik.co, Mataram – Aparat kepolisian terus memantau penanganan puluhan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengalami keracunan makanan di Pringgasela, Lombok Timur.

Hingga Senin (27/4), jumlah korban tercatat mencapai 51 orang, meningkat dari laporan awal 35 orang.

Personel Polsek Pringgasela bersama unit Intelkam turun langsung ke Puskesmas Pengadangan untuk memastikan kondisi korban sekaligus memonitor penanganan medis pasca insiden yang diduga berasal dari dapur SPPG Yayasan Bersatu Berjuang Menang NTB di Jurit Baru.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, menegaskan pihak kepolisian memberi perhatian serius terhadap kasus ini.

“Begitu laporan diterima, anggota langsung bergerak melakukan monitoring, mendata korban, serta memastikan seluruh siswa dan warga terdampak mendapatkan penanganan cepat,” ujarnya, Senin (27/4).

Data sementara menunjukkan, penambahan korban terjadi pada Sabtu dengan 16 kasus baru. Mayoritas telah menjalani observasi dan diperbolehkan pulang, namun tujuh orang masih dirawat inap.

“Total yang dirawat saat ini tujuh orang, terdiri dari lima siswa, satu warga umum, dan satu ibu hamil. Sisanya menjalani rawat jalan,” jelasnya.

Korban yang masih dirawat berasal dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Jurit. Tenaga medis terus memantau kondisi mereka untuk mengantisipasi gejala lanjutan seperti mual, muntah, pusing, dan lemas.

Di sisi lain, kepolisian mulai menelusuri distribusi dan proses penyajian makanan dari dapur MBG yang dikonsumsi para siswa sebelum muncul gejala. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap sumber dugaan keracunan sekaligus mencegah kejadian serupa.

“Kami masih melakukan pendalaman bersama instansi terkait, termasuk mengecek proses penyajian, distribusi, hingga pihak yang bertanggung jawab,” tegas Kholid.

Program MBG yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak sekolah kini menjadi sorotan setelah insiden ini memicu kekhawatiran orang tua.

Meski demikian, situasi di lokasi penanganan dilaporkan tetap kondusif, dengan koordinasi intensif antara kepolisian, tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan keluarga korban sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Sebelumnya, siswa dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Jurit, Pringgasela menerima dan mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai dapur SPPG Yayasan Bersatu Berjuang Menang NTB, Jumat (24/4).

Usai mengkonsumsi makanan, sejumlah siswa mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan lemas. Kondisi ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan orang tua. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Pengadangan. Data awal mencatat sekitar 35 orang terdampak.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.