Pupuk Indonesia Dorong Produktivitas Perikanan di Sulsel, Jamin Stok Pupuk Bersubsidi

oleh -96 Dilihat
Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan di Sulsel.
Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan di Sulsel. (Foto: Ist/Humas PI)

KabarBaik.co, Maros – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan melalui penyaluran pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan yang digelar di Kabupaten Maros, Barru, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, baru-baru ini.

Program yang mempertemukan pemerintah daerah, penyuluh perikanan, pelaku distribusi, hingga kelompok pembudidaya ikan itu menjadi bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan pupuk bersubsidi sekaligus meningkatkan produktivitas budidaya perikanan.

Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi petambak mengenai tata kelola pupuk bersubsidi sekaligus mendorong penebusan pupuk agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh, PUD, PPTS dan kelompok pembudidaya ikan, agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan sesuai prinsip,” ungkap Tri Wahyudi dalam keterangannya dikutip pada Senin (3/8).

Ia menegaskan, Pupuk Indonesia akan terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan mudah diakses oleh petambak yang memenuhi persyaratan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal sekaligus mendukung peningkatan produksi perikanan nasional.

Tri Wahyudi menilai 2026 menjadi momentum penting bagi sektor perikanan setelah pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar penyalurannya tepat sasaran.

Pupuk bersubsidi sektor perikanan dapat dimanfaatkan oleh petambak yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan dan terdaftar dalam sistem elektronik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program tersebut mencakup pembudidaya bandeng, udang vaname, udang windu, nila, gurame, ikan mas, lele, dan patin.

Dalam pelaksanaannya, Pupuk Indonesia bersama pemerintah daerah, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), penyuluh perikanan, dan kelompok pembudidaya memberikan sosialisasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi, persyaratan penerima, hingga tata cara transaksi melalui aplikasi i-Pubers di kios resmi. Setelah sesi rembuk, para petambak juga melakukan penebusan pupuk bersubsidi secara langsung melalui kegiatan Tebus Bersama.

“Kami mengajak semua stakeholder untuk bahu membahu dan berkolaborasi untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan prinsip 7 tepat, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat sasaran,” katanya.

Selama pelaksanaan program di tiga kabupaten tersebut, sekitar 200 petambak mengikuti kegiatan Tebus Bersama dengan total realisasi penebusan mencapai 94,2 ton pupuk bersubsidi. Jumlah tersebut terdiri atas 49,5 ton Urea, 15,8 ton Petroganik, dan 28,8 ton SP-36.

Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang mengapresiasi komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung sektor perikanan melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan pelaksanaan Rembuk Petambak.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia terus diperkuat sehingga akses petambak ikan terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, kami optimistis produktivitas budidaya perikanan akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Abustan.

Selain memperkuat edukasi kepada petambak, Pupuk Indonesia juga memastikan kesiapan pasokan pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan. Hingga 20 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di provinsi tersebut mencapai 448.879 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 960.329 ton.

Sementara itu, stok pupuk bersubsidi yang tersedia di lini II dan lini III mencapai 78.098 ton sehingga dinilai mencukupi untuk mendukung kebutuhan penyaluran di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Melalui penguatan tata kelola penyaluran, penyediaan pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Pupuk Indonesia berharap produktivitas sektor perikanan nasional terus meningkat sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petambak ikan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.