Ratusan Pasangan di Bojonegoro Pilih Menikah di Malam Sanga yang Diyakini Penuh Berkah

oleh -55 Dilihat
Ilustrasi pasangan menikah
Ilustrasi pasangan menikah

KabarBaik.co, Bojonegoro – Tradisi menikah pada malam sanga di Bojonegoro masih menjadi pilihan utama masyarakat. Malam yang diyakini membawa berkah, keselamatan, dan kebahagiaan itu kembali dipadati pasangan calon pengantin tahun ini.

Malam Sanga adalah malam ke-29 Ramadan atau H-1 lebaran. Malam ini dianggap spesial, suci, dan waktu favorit untuk akad nikah.

Data sementara dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bojonegoro mencatat, hingga 9 Maret terdapat 484 calon pengantin (catin) yang mendaftarkan pernikahan pada malam sanga. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kankemenag Bojonegoro, Sun’an, mengatakan angka tersebut belum final karena proses pendaftaran masih berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.

“Data nikah ini bersifat sementara, sebab di KUA kecamatan masih ada proses pendaftaran,” ujarnya, Selasa (10/3).

Berdasarkan data sementara, Kecamatan Baureno menjadi wilayah dengan jumlah pernikahan malam sanga terbanyak, yakni 48 pasangan. Disusul Kecamatan Kepohbaru dengan 41 pasangan, kemudian Kecamatan Kanor 34 pasangan, serta Kecamatan Sumberrejo 32 pasangan.

Di sisi lain, hingga saat ini Kecamatan Ngambon dan Sekar belum mencatat adanya pendaftaran pernikahan pada malam sanga. Sementara di Kecamatan Gondang baru tercatat satu pasangan yang akan melangsungkan akad pada malam tersebut.

Sun’an menambahkan, pihaknya juga masih melakukan pendataan jumlah penghulu yang akan disiapkan untuk melayani pernikahan tersebut. “Untuk berapa penghulu yang disiapkan masih kami data,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, data akan kembali diperbarui menjelang malam 25 Ramadan agar seluruh pernikahan yang digelar benar-benar tercatat secara resmi.

“Harapannya semua pernikahan di malam sanga dapat dilaporkan secara pasti dan prosesnya berjalan lancar,” katanya.

Fenomena tingginya pernikahan pada malam sanga disebut sebagai tradisi yang masih kuat di masyarakat Bojonegoro. Banyak calon pengantin meyakini malam tersebut membawa keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.

Meski demikian, Sun’an menegaskan keyakinan tersebut lebih merupakan harapan dan doa dari pasangan yang akan menikah.

“Ini hanya harapan para calon pengantin agar mendapat keselamatan, kebahagiaan, dan kelanggengan dalam keluarga. Secara khusus, tidak ada hadits yang menyebut pernikahan malam sanga,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.