Ratusan Pendidik Ikuti Temu Pendidik Nusantara XII di Banyuwangi, Bahas Inovasi Pembelajaran

oleh -115 Dilihat
IMG 20260729 WA0015
Kegiatan Temu Pendidik Nusantara di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Sebanyak 450 guru, kepala sekolah, pengawas, dan pegiat pendidikan mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (29/7). Acara tersebut merupakan bagian dari penyelenggaraan serentak di 46 kabupaten/kota di Indonesia. Puncak rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Jakarta.

Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dan penguatan kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak para pendidik terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta menghadirkan inovasi pembelajaran.

Menurut Ipuk, ekosistem belajar yang adaptif dan menyenangkan perlu terus dibangun agar mampu menjawab perubahan zaman. “Kita perlu membangun ekosistem belajar yang baik, adaptif, dan menyenangkan bagi anak-anak di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ipuk juga meminta para peserta memanfaatkan TPN sebagai ruang evaluasi dan kolaborasi, bukan sekadar kegiatan seremonial. “Bawalah pulang ide-ide baru dan wawasan yang utuh untuk bapak dan ibu terapkan di sekolah masing-masing. Bangunlah jejaring yang kuat antarpendidik untuk saling mengisi ruang-ruang kelas kita dengan kreativitas,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian mengatakan, TPN diselenggarakan selama dua hari hasil kolaborasi Guru Belajar Foundation (GBF), Sekolah Cikal Jakarta, dan Pemkab Banyuwangi. Hari pertama diisi bincang pendidikan bersama Konsultan Pendidikan IPB Dr. Budi Susetyo, debat solusi pendidikan, serta kelas internasional menghadirkan narasumber dari Malaysia dan Korea Selatan.

“Hari kedua juga diikuti 450 pendidik. Kegiatan dipusatkan di SMPN 3 Banyuwangi dengan pembagian kelas kompetensi, kelas pendidik, kelas pemimpin, pameran karya siswa, hingga pasar solusi pendidikan,” kata Alfian.

Ketua Guru Belajar Foundation Pingkan Juwita Fakharia mengatakan, tema “Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia” mengajak para pendidik menghadirkan solusi pendidikan yang berangkat dari potensi daerah masing-masing.

“Menjadi warga dunia bukan berarti melupakan akar kita, tetapi justru diajak menghadirkan solusi yang lahir dari konteks daerah masing-masing. Perubahan pendidikan tidak dibangun oleh satu guru atau satu sekolah saja, tetapi melalui cita-cita kolektif yang tumbuh dari kolaborasi,” ujar Pingkan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.