Ratusan Siswa Keracunan MBG, SPPG Bubutan Tembok Dukuh Surabaya Hentikan Operasional

oleh -265 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 12 at 10.22.15 AM
Kepala SPPG Bubutan Tembok Dukuh Chafi Alida Najla (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh, Surabaya, resmi menghentikan operasional menyusul insiden keracunan massal. Sebanyak 124 orang yang terdiri dari 120 siswa dan 4 guru dari 9 sekolah dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu daging dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain membekukan aktivitas dapur, pihak SPPG langsung menarik seluruh paket makanan yang belum sempat dikonsumsi oleh para siswa. Langkah ini diambil guna mencegah bertambahnya jumlah korban.

Kepala SPPG Bubutan Tembok Dukuh Chafi Alida Najla menegaskan bahwa penutupan sementara ini dilakukan demi proses evaluasi total. Pihaknya belum dapat memastikan kapan operasional akan kembali berjalan normal.

“Kita berhenti operasional kita evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik, baru kita lihat kelanjutannya seperti apa,” ujar Chafi, Senin (11/5).

Saat ini, penyebab pasti keracunan masih misterius. Pihak manajemen masih menunggu hasil uji klinis dari otoritas kesehatan terkait sampel makanan yang disajikan.

“Nunggu hasil yang jelas nunggu hasil, nunggu hasil sampel,” tambahnya, merujuk pada pemeriksaan yang sedang berjalan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK).

Chafi juga mengklaim bahwa fasilitas dapur penyeimbang gizi yang dipimpinnya telah memenuhi standar regulasi resmi. Dapur tersebut dinyatakan sudah mengantongi izin operasional yang legal.

“Sertifikasi sudah. Lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kita,” jelas Chafi.

Sebagai bentuk akuntabilitas, SPPG Bubutan Tembok Dukuh menyatakan siap menanggung seluruh dampak dari insiden medis ini. Manajemen berkomitmen menyelesaikan masalah hingga tuntas, termasuk pemulihan fisik para korban.

“Untuk tindak lanjut dari SPPG kita bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang terdampak seperti itu. Untuk pembiayaan segalanya kita tanggung sama-sama,” urainya.

Proses investigasi dan pembenahan sistem sanitasi dapur nantinya tidak akan dilakukan sendiri. SPPG akan melibatkan otoritas wilayah dan lembaga pengawas lokal untuk menyusun skema pencegahan ke depan.

“Nanti dapur ini kita akan ada banyak evaluasi, jelas dari pihak SPPG sendiri dan juga dari pihak Korwil dan KPG setempat,” pungkas Chafi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.