Refleksi Peringatan Kudatuli di Nganjuk, Mas Tatit Ajak Rawat Demokrasi dan Warisi Spirit Perjuangan

oleh -69 Dilihat
Suasana khidmat refleksi malam peringatan peristiwa Kudatuli di kediaman Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono yang dihadiri jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Nganjuk.
Suasana khidmat refleksi malam peringatan peristiwa Kudatuli di kediaman Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono yang dihadiri jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Nganjuk.

KabarBaik.co, Nganjuk – Peristiwa bersejarah Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) dinilai menjadi momentum krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.

Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, mengajak masyarakat luas serta keluarga besar PDI Perjuangan untuk menjadikan catatan sejarah tersebut sebagai pijakan merawat persatuan dan merawat kedaulatan rakyat.

Hal itu ditegaskan saat menggelar doa bersama dan refleksi malam peringatan Kudatuli di pendopo kediamannya, Jalan Yos Sudarso II, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Minggu malam (26/7) malam.

Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Mas Tatit tersebut menyebut Kudatuli memuat nilai esensial bagi perjalanan bangsa.

“Peristiwa ini bukan sekadar sejarah partai, tetapi juga sejarah demokrasi Indonesia. Nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan pengorbanan di dalamnya patut menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga persatuan dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Mas Tatit.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh para sesepuh PDI Perjuangan Nganjuk, jajaran pengurus DPC, badan partai, hingga para kader ideologis. Deretan nasi tumpeng turut disajikan sebagai simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan mendalam kepada para pejuang demokrasi.

Dalam suasana penuh haru, Mas Tatit turut mengenang sosok ayahandanya, almarhum Soesilo Muslim, sesepuh PDI Perjuangan Nganjuk yang menjadi salah satu pelaku sejarah langsung dalam mempertahankan Kantor DPP PDI Pro Megawati di Jakarta pada 27 Juli 1996 silam.

“Perjalanan membuka ruang demokrasi di negeri ini diiringi keringat, air mata, bahkan nyawa. Karena itu, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi sekarang agar tidak mudah melupakan sejarah,” ungkapnya.

Prosesi refleksi kian bermakna tatkala seluruh peserta kembali merenungi keteladanan para pejuang masa lalu yang gigih membela kebebasan berpendapat dan kedaulatan rakyat meski harus berhadapan dengan risiko besar.

Menutup rangkaian doa bersama yang sarat pesan kebangsaan tersebut, Mas Tatit berpesan agar nilai-nilai perjuangan masa lalu diwujudkan dalam kerja nyata bagi kesejahteraan masyarakat saat ini.

“Semangat para senior bangsa dan para pejuang demokrasi itulah yang harus kita teladani. Bukan hanya untuk membangun partai, tetapi juga untuk membangun daerah dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.