Rembug Ekologi Festival Mata Air ke-3 di Bulukerto Kota Batu Perkuat Komitmen Jaga Sumber Air

oleh -101 Dilihat
IMG 20260423 WA0027
Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, saat menghadiri Rembuk Ekologi Festival Mata Air ke-3 Kota Batu di Desa Bulukerto. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Batu – Filosofi “setiap tetes adalah pertaruhan antara hidup dan kehidupan” menjadi ruh dalam gelaran bertajuk Rembug Ekologi yang merupakan bagian dari Festival Mata Air ke-3. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Dusun Cangar, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (23/4).

Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, serta praktisi lingkungan untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air, khususnya di kawasan hulu Kota Batu.

Pelaksana Tugas Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, hadir langsung dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kawasan penyangga air. Desa Bulukerto disebut memiliki peran strategis sebagai benteng alam yang menopang ketersediaan air bagi wilayah di bawahnya.

“Masalah air bukan sekadar masalah teknis, tapi masalah masa depan kehidupan. Kita butuh aksi nyata yang terintegrasi antara pemangku kebijakan, akademisi, dan masyarakat desa,” ujar Heli dalam sambutannya.

Ia juga mendorong penguatan literasi ekologi melalui digitalisasi. Para akademisi diajak untuk mentransformasikan karya ilmiah mereka agar dapat diakses secara luas melalui perpustakaan daerah, khususnya oleh generasi muda.

Sementara itu, Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, menyampaikan bahwa Festival Mata Air telah memasuki tahun ketiga dan konsisten menjadi ruang diskusi sekaligus aksi bagi masyarakat, termasuk pengelola Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam).

“Bulukerto berada di kawasan ketinggian yang membawa kesejukan, namun juga tanggung jawab besar sebagai benteng alam. Melalui Rembuk Ekologi ini, kami ingin memastikan setiap kebijakan berpihak pada kelestarian mata air,” jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Rachmad Kristiono Dwi Susilo dari Universitas Muhammadiyah Malang, M. Fahrudin Andriansyah dari Universitas Islam Malang, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan.

Sekitar 100 peserta dari berbagai elemen, mulai dari Perhutani hingga pengelola Hippam se-Kecamatan Bumiaji, mengikuti kegiatan ini. Rembuk Ekologi diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis dalam perlindungan sumber mata air guna menjamin keberlangsungan hidup masyarakat Kota Batu di masa depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.