KabarBaik.co, Jombang – Semangat menyambut pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tak hanya ditunjukkan melalui pemasangan atribut dan berbagai persiapan teknis. Antusiasme juga datang dari kalangan seniman.
Salah satunya pelukis asal Jombang, Lukmanul Hakim atau yang akrab disapa Cak Luk. Ia mengabadikan para tokoh muassis NU dalam sejumlah lukisan bergaya realis sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Beberapa tokoh yang telah ia lukis di antaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri.
“Sebagai masyarakat Jombang dan warga Nahdliyin, saya ingin ikut menyambut muktamar melalui karya. Saya memilih melukis tokoh-tokoh muassis NU sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka,” kata Cak Luk kepada wartawan, Senin (3/8).
Menurutnya, hingga saat ini sedikitnya delapan karya bertema Muktamar NU telah rampung dikerjakan. Sebagian di antaranya bahkan sudah dimiliki para kolektor. Selama pelaksanaan muktamar nanti, ia berencana terus menambah koleksi lukisan bertema para pendiri NU.
Salah satu karya yang kini tengah diselesaikan berukuran sekitar 2 x 1,8 meter. Lukisan tersebut dibuat menggunakan media kanvas dengan cat akrilik. Proses pengerjaannya telah berlangsung sekitar sepekan dan saat ini mencapai sekitar 60 persen.
Cak Luk mengaku tantangan terbesar dalam melukis tokoh-tokoh pendiri NU adalah minimnya dokumentasi visual. Sebagian besar referensi yang tersedia hanya berupa foto hitam putih dengan kualitas yang terbatas.
“Prosesnya diawali dengan mencari berbagai referensi, mempelajari anatomi wajah, kemudian melakukan rekonstruksi berdasarkan literatur dan foto-foto yang ada agar hasilnya mendekati sosok aslinya,” jelasnya.
Ia berharap karya-karyanya dapat bersinergi dengan panitia Muktamar NU ke-35, baik melalui pameran maupun kegiatan lelang. Menurutnya, lukisan bertema para muassis NU juga berpotensi menjadi cendera mata khas Jombang bagi ribuan peserta muktamar dari berbagai daerah.
“Barangkali nanti bisa menjadi suatu cendera mata untuk peserta yang ribuan orang. Mungkin ada yang berminat memperoleh kenangan dari Jombang,” ujarnya.
Untuk karya berukuran besar, Cak Luk membuka harga awal atau open bid sekitar Rp40 juta hingga Rp45 juta. Sementara lukisan berukuran lebih kecil ditawarkan mulai Rp6 juta.
Seluruh karya dibuat dengan gaya realis menggunakan cat akrilik. Selain mampu menghadirkan detail visual yang kuat, penggunaan cat akrilik dipilih karena proses pengeringannya lebih cepat.
“Kalau secara aliran, ini realis. Catnya saya pakai akrilik agar cepat kering,” pungkasnya.







