Sarung, Tawa, dan Semangat Merdeka di Lapangan RW 11 Suci

oleh -122 Dilihat
turnamen bola voli antar rukun tetangga (RT).
Turnamen bola voli antar rukun tetangga (RT) di lapangan Balai RW 11, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

KabarBaik.co, Gresik – Sore itu, Sabtu (1/8), lapangan Balai RW 11, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, bukan sekadar menjadi arena pertandingan bola voli. Di tempat sederhana itu, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang begitu akrab melalui tawa, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang terasa di setiap sudut lapangan.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia, warga RW 11 menggelar turnamen bola voli antar rukun tetangga (RT). Namun, ada satu aturan yang membuat siapa pun yang menyaksikan sulit menahan senyum: seluruh pemain diwajibkan mengenakan sarung.

Bukan celana olahraga, bukan pula seragam atlet. Sarung menjadi seragam resmi pertandingan.

Sejak peluit pertama dibunyikan, gelak tawa langsung pecah. Para pemain harus berlari mengejar bola sambil menjaga agar sarung yang dikenakan tidak melorot. Ada yang terpeleset, ada yang kesulitan melompat melakukan smash, bahkan beberapa kali sarung nyaris terlepas saat berebut bola. Setiap momen mengundang sorak-sorai penonton yang memenuhi pinggir lapangan.

Meski penuh canda, semangat bertanding tetap menyala. Puluhan warga memadati lapangan. Anak-anak berlarian di sekitar arena, ibu-ibu bersorak memberi dukungan, sementara para bapak tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel untuk tim kebanggaannya. Rivalitas antarkampung kecil itu terasa hangat, jauh dari permusuhan. Yang dipertandingkan bukan sekadar kemenangan, melainkan kebersamaan.

“Semangat… ayo… satu lagi!” teriak para suporter memecah suasana sore yang penuh keakraban.

Bagi Saiful Alam, pelatih sekaligus Ketua RT 8, pertandingan ini bukan tentang siapa yang paling hebat memainkan bola voli.

Turnamen bola voli antar rukun tetangga (RT) di lapangan Balai RW 11, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Turnamen bola voli antar rukun tetangga (RT) di lapangan Balai RW 11, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

“Pertandingan ini semata-mata bukan karena ingin mencari siapa yang paling kuat. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Ucapan itu seolah menjadi ruh dari seluruh pertandingan. Di balik tawa yang pecah karena sarung melorot, tersimpan makna yang jauh lebih besar: menjaga tradisi kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin sibuk.

Pada laga yang berlangsung seru, tim RT 8 yang diasuh Saiful Alam berhasil menundukkan RT 6. Sorak kemenangan pun menggema dari para pendukung.

“Horeee…!” pekik warga bersamaan disambut tepuk tangan dan tawa yang kembali memenuhi lapangan.

Namun, sesungguhnya sore itu tidak ada yang benar-benar kalah. Semua pulang membawa kemenangan yang sama: hati yang lebih dekat, persaudaraan yang semakin erat, dan kenangan sederhana yang kelak akan selalu diceritakan setiap Agustus tiba.

Di lapangan kecil RW 11, kemerdekaan tidak hanya diperingati dengan upacara atau perlombaan. Ia hidup dalam tawa yang lepas, dalam sarung yang melorot, dalam peluh para pemain, dan dalam kebersamaan warga yang terus menjaga semangat gotong royong.

Sebab, kemerdekaan yang paling indah adalah ketika masyarakat masih mampu berkumpul, tertawa bersama, dan merayakan Indonesia dengan penuh rasa persaudaraan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.