KabarBaik.co, Bojonegoro – Langkah segar untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal dilakukan warga dan Pemerintah Kecamatan Gondang, Bojonegoro. Melalui program bertajuk Nggon Sahdu (Gondang Satu Rumah Satu Pohon Durian), wilayah ini resmi mencanangkan gerakan penanaman durian sebagai fondasi pengembangan agrowisata durian premium.
Pencanangan yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono itu berlangsung di Dusun Jomblangjati, Desa Krondonan, Kamis (23/4). Kegiatan dimulai dari peninjauan lokasi wisata Banyu Kuning, penanaman bibit durian di gerbang jalur pendakian Gunung Pandan, hingga talkshow edukatif tentang perawatan durian bagi warga setempat.
Wahono merasa terkesan dengan kekompakan masyarakat Gondang yang dikenal guyup dan rukun. Ia mengenang pengalaman menerima durian dari Krondonan, yang menurutnya menjadi bukti potensi unggulan desa tersebut. “Ini inovasi luar biasa. Kami menunggu munculnya ide-ide segar dari anak muda untuk mengembangkan potensi ini lebih jauh,” ujarnya.
Wahono mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengembangkan durian premium sebagai komoditas unggulan. Menurutnya, setiap desa memiliki potensi berbeda yang perlu digali dan dikembangkan secara maksimal.
Sementara itu, Camat Gondang, Farokhi, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga sebagai bagian dari peningkatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 120 warga Dusun Jomblangjati terlibat sebagai penerima manfaat bantuan bibit durian.
“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi durian premium, sehingga mampu mendongkrak nilai ekonomi, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus mengembangkan agrowisata di Gondang,” jelasnya.
Lebih dari sekadar gerakan tanam, “Nggon Sahdu” diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat. Setiap pohon durian yang ditanam di pekarangan rumah diyakini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan di masa depan.
Ke depan, Kecamatan Gondang menargetkan terbentuknya paket wisata terpadu yang memadukan keindahan alam dengan agrowisata durian. Sebuah konsep yang bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas daerah. “Harapannya, sejauh mata memandang, akan terlihat pohon durian di setiap sudut Gondang,” pungkas Farokhi. (*)







