KabarBaik.co, Tuban– Kebakaran yang melanda Pasar Baru di Tuban menghanguskan sedikitnya 41 kios pedagang dan menimbulkan duka mendalam bagi para korban terdampak. Namun sebelum terjadinya kebakaran tersebut, Pemkab Tuban telah merencanakan untuk merevitalisasi pasar yang sebelumnya juga pernah terbakar di tahun 2020 silam.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), proyek tersebut berada di bawah Satuan Kerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Tuban.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 24,35 miliar yang bersumber dari APBD 2026 untuk pembangunan kembali pasar. Paket pekerjaan tercatat dengan nama ‘Pengadaan Biaya Fisik Konstruksi Revitalisasi Pasar Baru Sub Kegiatan Penyediaan Sarana Distribusi Perdagangan’.
Secara teknis, revitalisasi pasar direncanakan berupa pembangunan satu lantai dengan luas sekitar 500 meter persegi. Proyek ini dijadwalkan akan mulai dikerjakan pada April hingga Desember 2026.
Di sisi lain, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. AKBP Alaiddin yang meninjau lokasi bersama jajaran pemerintah daerah menyatakan bahwa penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan, apakah ada faktor kesengajaan atau murni sebuah kecelakaan.
“Setelah proses olah TKP selesai, kami akan menyampaikan penyebab awal kebakaran secara pasti, termasuk bagaimana api bisa muncul,” ujarnya.
Sementara itu, keterangan dari pedagang menyebutkan bahwa sebelum kebakaran terjadi sempat terdengar percikan dari salah satu kios.
“Awalnya kayak ada pletik pletik gitu pak di salah satu toko.’ tutur N, salah satu pedagang pasar Baru.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 500 juta. (*)








