KabarBaik.co, Jombang – Kesal karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki, sekelompok pemuda di Dusun Kejambon, Desa Dapurkejambon, Jombang, turun tangan melakukan perbaikan secara mandiri.
Mereka patungan uang untuk membeli aspal dan menutup lubang jalan yang membahayakan pengendara.
Aksi swadaya itu dilakukan kelompok yang menamakan diri mereka ‘Pemuda Wong Ayem’. Jalan yang diperbaiki oleh anak-anak muda ini yakni Jalan Padi, ruas penghubung Desa Candimulyo dan Desa Mojongapit menuju Desa Dapurkejambon.
Lokasinya membentang hampir 1 kilometer, mulai belakang Kantor Satlantas Polres Jombang, depan panti jompo hingga depan SMPN 6 Jombang.
Perwakilan Pemuda Wong Ayem, Sugiman mengatakan kondisi jalan sebelumnya rusak parah dan dipenuhi lubang. Jalan tersebut juga menjadi akses utama warga dari sejumlah dusun seperti Kapas, Kalijaring, Dapurno hingga Banggle.
“Sering ada yang jatuh. Bahkan ada yang sampai tercebur ke sungai karena menghindari lubang. Banyak warga akhirnya memutar cari jalan lain yang lebih bagus,” kata Sugiman Selasa (19/5).
Menurut Sugiman, rasa prihatin terhadap banyaknya pengendara yang celaka membuat para pemuda berinisiatif memperbaiki jalan secara gotong royong.
“Karena kasihan, anak-anak yang sering nongkrong akhirnya berinisiatif, ayo didandani dewe ae,” ujarnya.
Sugiman menjelaskan dana perbaikan jalan berasal dari iuran sukarela sekitar 20 anggota Pemuda Wong Ayem. Masing-masing menyumbang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu selama sebulan terakhir.
Dari hasil patungan tersebut terkumpul dana sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta. Uang itu digunakan membeli aspal dan solar.
Proses penambalan jalan dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya seperti cangkul, sekop, sapu lidi hingga gerobak.
“Kami aspal manual, dibakar pakai solar sendiri, lalu diratakan pakai pacul dan alat seadanya. Kebetulan ada teman yang punya mobil, jadi dipakai gantian buat melindas aspal biar padat,” terangnya.
Aksi kerja bakti dilakukan dua kali pada hari Minggu karena mayoritas pemuda libur bekerja. Saat ini, titik-titik lubang yang dianggap paling berbahaya sudah berhasil ditutup.
Meski demikian, Sugiman mengaku dana swadaya yang dimiliki kini telah habis sehingga kerusakan kecil di pinggir jalan belum seluruhnya diperbaiki.
Melalui aksi tersebut, para pemuda berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera memberi perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah mereka.
“Harapan kami kalau ada jalan rusak lagi, pihak desa lebih memprioritaskan perbaikan. Ini jalan utama yang dilewati warga dari berbagai dusun. Kalau rusak mohon segera diperbaiki supaya tidak ada korban lagi,” pungkasnya. (*)








