Sekolah Rakyat Terintegrasi di Malang Diresmikan, Tampung 323 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

oleh -96 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 31 at 1.29.52 PM
Peresmian SRT 1 Kabupaten Malang oleh Gubernur dan Forkompinda (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang, Jumat (31/7).

Kehadiran sekolah tersebut menjadi tonggak dimulainya operasional program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu dihadiri Bupati Malang, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, kepala sekolah, wali murid, serta ratusan calon peserta didik. Setibanya di lokasi, Khofifah bersama rombongan mengikuti rapat virtual dengan Menteri Sosial RI sebelum meninjau fasilitas sekolah dan menyapa para siswa.

Bupati Malang, HM. Sanusi mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, melainkan menjadi awal lahirnya harapan baru bagi anak-anak yang selama ini kesulitan memperoleh pendidikan layak.

Menurutnya, program yang diinisiasi pemerintah pusat tersebut merupakan langkah nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang dinilai berperan besar dalam menghadirkan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Malang.

“Program ini merupakan salah satu langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Kabupaten Malang merasa bersyukur dipercaya menjadi salah satu daerah penyelenggara Sekolah Rakyat Terintegrasi,” ujarnya, saat di lokasi SRT 1 Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.

Bupati juga mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang masih terdapat sekitar 32 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS). Sebanyak 12 ribu di antaranya berada pada jenjang SD dan SMP, sedangkan sisanya merupakan usia SMA sederajat. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi agar mereka kembali mendapatkan kesempatan belajar.

Ia menambahkan lokasi sekolah di Desa Srigonco memiliki posisi strategis karena berada di jalur nasional Gondanglegi-Balekambang yang memudahkan akses menuju kawasan Malang Selatan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 1 Kabupaten Malang, Warsito, menjelaskan sekolah menggunakan Kurikulum Nasional Merdeka yang disesuaikan dengan karakteristik Sekolah Rakyat. Sistem pembelajaran menerapkan konsep multi entry dan multi exit, sehingga anak-anak yang sempat putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan sesuai kemampuan dan jenjang masing-masing.

Selain pembelajaran akademik, sekolah juga melakukan pemetaan bakat dan minat melalui tes talenta. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi setiap siswa.

“Seluruh siswa baru juga telah mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bekerja sama dengan Puskesmas Bantur sebagai syarat mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat,” jelas Warsito.

Ia menjelaskan, fasilitas sekolah saat ini hampir seluruhnya siap digunakan. Masjid, gedung serbaguna, ruang belajar, asrama putra dan putri untuk jenjang SMP dan SMA, serta berbagai sarana pendukung lainnya telah tersedia. Hanya beberapa bangunan yang masih dalam tahap penyelesaian akhir.

Saat ini jumlah peserta didik di SRT 1 Kabupaten Malang mencapai 323 siswa yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Mereka merupakan gabungan siswa sekolah rintisan dan sekolah terintegrasi yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang, bahkan sebagian berasal dari Lumajang dan Kediri.

Sebagai sekolah berasrama, para siswa diwajibkan mengikuti masa pembiasaan selama 40 hari. Dalam periode tersebut mereka dilatih hidup mandiri, mulai dari merapikan tempat tidur, menjaga kebersihan kamar, mencuci pakaian sendiri, menjalankan ibadah, hingga mengikuti pembelajaran dan pembinaan karakter setiap hari.

Setelah masa pembiasaan selesai, siswa diperbolehkan pulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua yang sebagian besar berasal dari wilayah yang cukup jauh dari lokasi sekolah sehingga tidak terbebani biaya transportasi.

Untuk mendukung proses belajar mengajar, sekolah juga masih memanfaatkan guru tamu pada jenjang SMP sambil menunggu proses rekrutmen tenaga pendidik dari Kementerian Sosial selesai. Sementara kebutuhan guru SD dan SMA dinilai telah mencukupi.

Usai menghadiri kegiatan Open House dan MPLS, Gubernur Khofifah bersama rombongan melanjutkan agenda menuju lokasi pasar murah di kediaman Kepala Desa Srigonco sebelum kembali ke Kota Malang.

Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang diharapkan mampu memperluas pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing di masa depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.