KabarBaik.co – Gunung Semeru erupsi besar pada Rabu (19/11) dengan luncuran awan panas sejauh 13 km. Pagi ini, Semeru terlihat mulai tenang.
Berdasarkan laporan pengamatan PVMBG Kamis (20/11) mulai pukul 00:00-06:00 WIB, kondisi di sekitar Semeru mendung. Angin bertiup lemah ke arah utara, tenggara, dan selatan. Suhu udara 20-22 °C.
Gunung Semru terlihat jelas hingga kabut 0-II. Namun asap kawah tidak teramati. Letusan asap tidak teramati secara visual karena dominan tertutup kabut.
Untuk kegempaan penjabarannya sebagai berikut,
■ Letusan
(Jumlah : 25, Amplitudo : 10-22 mm, Durasi : 71-141 detik)
■ Guguran
(Jumlah : 32, Amplitudo : 3-16 mm, Durasi : 69-108 detik)
■ Hembusan
(Jumlah : 1, Amplitudo : 3 mm, Durasi : 67 detik)
■ Tektonik Jauh
(Jumlah : 1, Amplitudo : 30 mm, S-P : 21 detik, Durasi : 77 detik)
Meski pagi ini kondisi Semeru cukup tenang, namun statusnya masih pada level IV (awas) dengan rekomendas:
1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar
2. Tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (*)








