Sempadan Sungai di Karang Mluwo Menyempit, PDIP Desak Pemkab Jember Serius Tangani Banjir Mangli

oleh -213 Dilihat
IMG 20260604 WA0016 1
Ipung saat mengecek lokasi rawan banjir di Kaliwates. (Foto: Istimewa) 

KabarBaik.co, Jember – Masalah banjir tahunan yang kerap melanda lingkungan Karang Mluwo, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, hingga kini masih menjadi keluhan utama masyarakat.

Untuk mencari jalan keluar, Ketua Fraksi sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Edy Cahyo Pernomo, telah melakukan peninjauan lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merumuskan solusi konkret.

Menurutnya intensitas banjir di wilayah tersebut kian memprihatinkan. Jika beberapa tahun lalu banjir hanya terjadi satu kali dalam setahun, kini setiap kali hujan deras turun, wilayah Karang Mluwo bisa terendam banjir hingga dua sampai tiga kali.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masalah dari banjir ini adalah terjadinya penyempitan aliran sungai secara drastis. Hal ini disebabkan oleh banyaknya bangunan pemukiman dan perumahan warga yang memakan sempadan sungai,” ujar pria yang akrab disapa Ipung itu, Kamis (4/6).

Dampaknya, lanjut Ipung, saluran drainase dan irigasi dari pemukiman warga menuju sungai menjadi terhambat karena tidak mampu menampung debit air yang meluap.

Setelah pihkanya berkoordinasi dengan pihak Sumber Daya Air (SDA), ditemukan bahwa langkah normalisasi sungai saja tidak akan cukup untuk mengatasi masalah ini karena kondisi sungai yang sudah terlalu sempit.

Sebagai jalan keluar, solusi yang harus diambil adalah pembuatan pemecah saluran atau sodetan di bagian hulu, tepatnya di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN). Saluran pembuangan ini nantinya akan dialirkan menuju Sungai Bedadung yang berada di belakang kampus.

“Dari dulu, sudah ganti bupati sampai tiga kali, masalah ini belum menemukan solusi. Maka yang harus dilakukan pada era pemerintahan hari ini adalah melakukan jalan keluar tersebut, yaitu pembuatan sodetan di hulunya,” jelasnya

Meski solusi teknis telah ditemukan, proyek sodetan ini diprediksi akan menghadapi kendala non-teknis. Jalur sodetan yang akan dibangun nantinya dipastikan akan melewati lahan milik warga setempat serta area kampus UIN.

Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera membangun komunikasi dan pendekatan yang serius dengan warga pemilik lahan agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.

Fraksi PDI Perjuangan pun menegaskan akan mendorong Dinas SDA Kabupaten Jember untuk segera menindaklanjuti keluhan warga yang sudah bertahun-tahun ini.

Langkah ini juga menjadi penagihan janji politik, di mana salah satu tim calon bupati saat ini sempat berkomitmen untuk menyelesaikan masalah banjir Mangli ketika melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.

Warga berharap keseriusan pemerintah daerah kali ini benar-benar terwujud, mengingat banjir yang terjadi kerap melumpuhkan perekonomian lokal, khususnya para pelaku UMKM kerupuk dan rambak di wilayah tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.