KabarBaik.co – Di tengah derasnya arus globalisasi yang mengancam jati diri bangsa, Anggota MPR RI Senator Ahmad Nawardi menekankan pentingnya peran pemuda terdidik sebagai penjaga gawang ideologi negara. Hal tersebut disampaikan beliau dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri oleh kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Surabaya, Jum’at (12/12) pagi.
Acara yang dibuka dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya ini menjadi ruang dialektika untuk memperkuat pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Senator Nawardi menegaskan bahwa GMNI memiliki sejarah panjang dalam mengawal pemikiran Bung Karno dan menjaga kedaulatan bangsa. Beliau memandang para aktivis mahasiswa di Surabaya bukan sekadar audiens pasif, melainkan mitra strategis dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan di akar rumput. Menurutnya, kader GMNI harus mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai luhur konstitusi dengan realitas sosial masyarakat, sehingga 4 Pilar Kebangsaan tidak hanya menjadi teks mati, melainkan jiwa yang menggerakkan perubahan sosial ke arah yang lebih adil dan makmur.
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, Senator Nawardi mengingatkan bahwa ancaman terbesar saat ini bukan lagi invasi fisik, melainkan perang ideologi dan informasi di dunia digital. Beliau mengajak para mahasiswa untuk cerdas dalam memfilter paham-paham transnasional yang berpotensi memecah belah persatuan. Baginya, semangat nasionalisme yang dipadukan dengan penguasaan teknologi adalah senjata utama bagi mahasiswa Surabaya untuk membawa Indonesia memenangkan persaingan global tanpa kehilangan akar budayanya.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus merawat kebhinnekaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia. Senator Nawardi berharap agar diskusi ini memantik semangat riset dan aksi nyata bagi kader GMNI dalam mengadvokasi kepentingan rakyat. Melalui kolaborasi antara pemikiran intelektual muda dan nilai-nilai kebangsaan yang kokoh, beliau optimis bahwa masa depan Indonesia akan tetap tegak berdiri di atas fondasi Pancasila yang tak tergoyahkan.






