Seribu Anak Meriahkan Edukasi Tumbuh Kembang di Surabaya, Kolaborasi SGM Eksplor dan Alfamart Dorong Stimulasi Sejak Dini

oleh -125 Dilihat
IMG 20260426 WA0027
Lomba mewarnai yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Foto: Dani) 

KabarBaik.co, Surabaya – Lebih dari 1.100 anak bersama orang tua memadati GOR UIN Sunan Ampel, Surabaya, Minggu (26/4), dalam kegiatan edukasi dan aktivitas anak hasil kolaborasi SGM Eksplor dan Alfamart. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menghadirkan berbagai kegiatan interaktif, salah satunya lomba mewarnai yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Head of SGM, Anissa Ardiella Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif bersama untuk mendorong anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang aktif, kreatif, dan cepat tanggap. “Melalui aktivitas seperti mewarnai, anak tidak hanya belajar mengenal warna, tetapi juga melatih kreativitas dan kemampuan motoriknya. Ini adalah bentuk stimulasi yang penting selain pemenuhan nutrisi,” ujarnya.

Menurut Anissa, stimulasi yang tepat menjadi kunci penting dalam mendukung perkembangan anak, terutama di usia emas. Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti anak-anak mulai usia satu tahun hingga tingkat sekolah dasar kelas enam, dengan harapan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.

Sementara itu, dokter spesialis anak, Aisya Fikritama menegaskan bahwa tumbuh kembang anak yang optimal ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni nutrisi, stimulasi, dan pola asuh. “Kegiatan seperti lomba mewarnai ini merupakan bentuk stimulasi motorik sekaligus sarana anak untuk bersosialisasi. Interaksi dengan teman sebaya juga penting untuk perkembangan emosional anak,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemenuhan nutrisi yang seimbang, termasuk protein, DHA, dan zat besi. Menurutnya, tidak semua kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi dari makanan utama, terutama bagi anak yang mengalami kesulitan makan. “Protein berperan penting untuk pertumbuhan tulang, sementara DHA mendukung perkembangan otak. Zat besi juga krusial, karena kekurangannya dapat berdampak pada aktivitas hingga prestasi belajar anak,” paparnya.

Dr. Aisya menambahkan, kekurangan zat besi pada anak bisa berdampak jangka panjang, mulai dari anak menjadi lemas dan kurang aktif di usia prasekolah, hingga menurunnya prestasi belajar saat memasuki usia sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua semakin memahami pentingnya kombinasi antara nutrisi yang tepat, stimulasi yang konsisten, serta pola asuh yang baik untuk mendukung anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan cerdas. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.