KabarBaik.co, Surabaya – Upaya meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan terus diperkuat KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL). Keduanya melakukan uji coba penataan Zona Labuh 2 melalui program Express Anchorage Zone Service (EAZI), yang ditujukan untuk memangkas waktu tunggu kapal sebelum sandar.
Uji coba ini dilaksanakan di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) sebagai proyek percontohan, sebelum nantinya diperluas ke Terminal Petikemas Berlian (TPK Berlian) yang juga berada dalam pengelolaan TTL.
Implementasi awal ditandai dengan pelayanan kapal MV Minas Baru sebagai kapal pertama yang menggunakan skema baru tersebut. Dalam sistem ini, kapal yang akan bersandar—khususnya dengan ukuran di atas 4.000 GT dan panjang hingga 150 meter—tidak lagi menunggu di area labuh luar.
Sebagai gantinya, kapal diarahkan ke titik labuh yang telah ditentukan berdasarkan sistem penjadwalan terintegrasi. Seluruh proses didukung platform digital Inaportnet yang terhubung dengan Portal Perak Extended milik KSOP serta sistem Phinisi milik Pelindo.
Integrasi ini memungkinkan perencanaan waktu kedatangan (Estimated Time of Arrival/ETA) hingga waktu sandar dilakukan secara lebih presisi dan terkoordinasi. Melalui pendekatan tersebut, waktu tunggu kapal ditargetkan turun signifikan, dari rata-rata 4–6 jam menjadi sekitar 2 jam atau bahkan lebih cepat.
Selain meningkatkan efisiensi, pengaturan pergerakan kapal yang lebih terstruktur juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan navigasi dengan mengurangi kepadatan lalu lintas di alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Perak.
Dalam uji coba tersebut, dinamika operasional di lapangan turut menjadi perhatian. Saat MV Minas Baru tiba di area Karang Jamuang pada pukul 11.35 WIB, kapal KM Tanto Luas masih menyelesaikan proses bongkar muat. MV Minas Baru kemudian bergerak menuju zona EAZI dan melakukan lego jangkar pada pukul 13.42 WIB, sebelum akhirnya sandar pada pukul 15.50 WIB.
Secara keseluruhan, MV Minas Baru berada di Zona Labuh 2 (EAZI) selama sekitar satu jam. Durasi ini mencerminkan implementasi awal sistem penjadwalan yang lebih tertata dalam mengatur kedatangan dan kesiapan sandar kapal.
Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyatakan bahwa uji coba program EAZI menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan keteraturan penempatan kapal serta efektivitas layanan kepelabuhanan.
“Program ini terbukti mampu mengoptimalkan pemanfaatan zona labuh sekaligus meningkatkan keteraturan plotting kapal di Pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya dalam keterangan tertulis nya, Minggu (26/4).
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari koordinasi yang solid antara KSOP, pandu, Vessel Traffic Service (VTS), serta PT Terminal Teluk Lamong yang berjalan sesuai standar operasional prosedur.
Sementara itu, Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menilai uji coba ini sebagai langkah penting dalam transformasi layanan pelabuhan. “Penataan zona labuh tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan serta kepastian layanan bagi pengguna jasa,” katanya.
Uji coba EAZI menjadi bukti sinergi antara regulator, operator pelabuhan, dan pelaku usaha pelayaran dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional. Ke depan, evaluasi akan terus dilakukan sebelum sistem ini diterapkan secara penuh sebagai standar baru pengelolaan zona labuh di pelabuhan utama Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong daya saing sektor logistik nasional agar semakin kompetitif di tingkat global. (*)






