Sering Dianggap Sama, Ini 5 Perbedaan Masuk Angin dan Angin Duduk yang Wajib Diketahui

oleh -174 Dilihat
MASUK ANGIN
Ilustrasi.

KabarBaik.co, Jakarta –Di kalangan masyarakat Indonesia, istilah “masuk angin” sudah menjadi makanan sehari-hari. Mulai dari badan meriang, perut kembung, hingga pusing, semua sering kali langsung dituduh karena akibat “kemasukan angin”.

Namun, Anda harus sangat waspada jika gejala tersebut disertai nyeri dada yang hebat. Bisa jadi itu bukan masuk angin biasa, melainkan angin duduk atau dalam istilah medis disebut Angina Pektoris. Menganggap remeh angin duduk dan mengobatinya seperti masuk angin biasa (misalnya hanya dengan kerokan) bisa berakibat fatal.

Agar tidak salah penanganan, berikut adalah 5 perbedaan mendasar antara masuk angin dan angin duduk menurut penjelasan medis:

1. Definisi dan Penyebab Utamanya

Perbedaan paling mendasar terletak pada apa yang terjadi di dalam tubuh Anda.

  • Masuk Angin: Secara medis, masuk angin bukanlah suatu penyakit tunggal, melainkan kumpulan gejala (syndrome) akibat penurunan daya tahan tubuh, kelelahan, atau paparan udara dingin. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan gangguan pencernaan ringan (dispepsia) atau gejala awal infeksi virus (seperti flu).
  • Angin Duduk (Angina): Ini adalah gejala dari gangguan jantung, tepatnya akibat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Kondisi ini membuat otot jantung kekurangan oksigen dan darah yang kaya nutrisi.

2. Karakteristik Rasa Nyeri

Meski keduanya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di area dada atau perut atas, sensasi yang dirasakan sebenarnya sangat berbeda.

Masuk Angin: Rasa nyeri cenderung berupa perut kembung, begah, mual, otot-otot tubuh terasa pegal, atau pusing. Jika ada rasa nyeri di dada, biasanya lokasinya berpindah-pindah atau terasa seperti nyeri otot biasa.

Angin Duduk: Nyeri dadanya sangat khas. Rasanya seperti dada diremas, ditindih beban yang sangat berat, atau seperti terbakar. Rasa sakit ini sering kali menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, hingga ke punggung tembus ke belakang.

3. Pemicu Munculnya Gejala

Kapan gejala tersebut muncul juga bisa menjadi petunjuk besar bagi Anda.

  • Masuk Angin: Biasanya dipicu setelah Anda kehujanan, telat makan, kurang tidur, atau menghabiskan waktu terlalu lama di ruangan ber-AC (atau berkendara motor tanpa jaket).
  • Angin Duduk: Umumnya dipicu oleh aktivitas fisik yang berat (seperti berolahraga atau menaiki tangga) karena saat itu jantung dipaksa bekerja lebih keras. Selain itu, stres emosional yang berat juga bisa menjadi pemicu utamanya.

4. Durasi dan Cara Meredakannya

Perhatikan seberapa lama gejala tersebut bertahan dan apa yang membuatnya membaik.

  • Masuk Angin: Gejalanya cenderung menetap dalam hitungan jam hingga hari, namun intensitasnya konstan. Biasanya akan membaik setelah tubuh diistirahatkan, diberi kehangatan (minum air hangat/sup), atau setelah minum obat maag dan vitamin.
  • Angin Duduk: Serangannya biasanya berlangsung singkat, sekitar 1 hingga 15 menit. Nyeri ini umumnya akan mereda atau hilang sama sekali jika penderita segera menghentikan aktivitas dan duduk beristirahat secara total, atau setelah mengonsumsi obat khusus jantung di bawah lidah (seperti nitroglycerin).

5. Risiko dan Dampak Kesehatan

Tingkat bahaya dari kedua kondisi ini berada di spektrum yang sangat berbeda.

  • Masuk Angin: Bukan kondisi darurat medis. Dampaknya hanya mengganggu produktivitas harian dan bisa sembuh total dengan istirahat yang cukup.
  • Angin Duduk: Merupakan tanda peringatan dini (warning sign) yang sangat serius. Angin duduk menunjukkan bahwa Anda berisiko tinggi mengalami serangan jantung koroner (infark miokard) yang dapat mengancam nyawa kapan saja.

Catatan Penting & Tindakan Darurat:
Jika Anda atau orang terdekat mengalami nyeri dada hebat seperti ditekan, berlangsung lebih dari 15 menit, dan tidak membaik meski sudah beristirahat, jangan lakukan kerokan. Segera bawa penderita ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan rekam jantung (EKG), karena setiap menit sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.