Sport Tourism Desa, Cara Baru Sidoarjo Hidupkan Ekonomi dari Lapangan Bola

oleh -101 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 30 at 4.56.35 PM
Nuansa Kopilaborasi antara Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo, Ketua Forwas, dan Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan

KabarBaik.co, Sidoarjo– Lapangan sepak bola di desa-desa Sidoarjo kini tak lagi sekadar tempat berkeringat. Di tangan pengelolaan yang lebih serius, ruang terbuka ini menjelma menjadi magnet baru yang menarik orang datang, memutar uang, dan perlahan menghidupkan ekonomi desa.

Sidoarjo mulai mengarahkan pengelolaan lapangan sepak bola desa ke level yang lebih strategis. Tak lagi sekadar fasilitas olahraga, lapangan kini didorong menjadi bagian dari pengembangan sport tourism yang mampu menggerakkan ekonomi desa.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah lapangan desa bertransformasi menjadi lebih representatif. Dengan pengelolaan yang profesional, lapangan tak hanya dimanfaatkan warga, tetapi juga menarik penyewa dari luar daerah, membuka peluang pemasukan baru bagi desa.

Dorongan ini semakin menguat lewat forum Kopilaborasi yang digelar Pemkab Sidoarjo bersama Komisi B DPRD dan Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas). Forum bertema Sport Tourism: Branding Lapangan Bola Sebagai Ikon Ekonomi Desa itu menjadi ruang bertemunya berbagai pihak untuk merumuskan arah pengembangan.

Ketua Forwas M. Taufik menyebut Lapangan Desa Keloposepuluh sebagai contoh nyata. Dalam beberapa tahun terakhir, lapangan tersebut berkembang pesat dari kondisi kurang layak menjadi fasilitas yang mampu menghasilkan pendapatan melalui penyewaan, khususnya pada malam hari.

Menurutnya, pengelolaan berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kunci. Skema ini memastikan pendapatan dari lapangan dapat kembali dikelola untuk pengembangan fasilitas serta kegiatan masyarakat desa.

Selain Keloposepuluh, Lapangan Bangsri di Kecamatan Sukodono juga menunjukkan potensi serupa. Dibangun dari dana desa, lapangan tersebut kini terbuka untuk umum dan menjadi salah satu sumber pemasukan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Di sisi lain, potensi sport tourism juga dinilai dapat mendorong pembinaan atlet usia dini. Meski banyak desa memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB), keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan, sehingga kolaborasi antarwilayah dinilai penting untuk memperkuat ekosistem sepak bola lokal.

Dukungan infrastruktur pun mulai disiapkan. Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, menyatakan pihaknya siap menghadirkan jaringan internet di area lapangan desa guna meningkatkan daya tarik sekaligus memperluas promosi digital.

“Lapangan desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga pusat kegiatan positif masyarakat yang berdampak pada kemajuan desa,” ujarnya.

Sementara itu, DPRD Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ini. Sekretaris Komisi B, Sullamul Hadi Nurmawan, menilai kualitas lapangan di Sidoarjo memiliki keunggulan yang bisa dioptimalkan sebagai daya tarik daerah.

Ia pun mendorong peran aktif pemuda dan pengelola lapangan dalam membangun citra desa melalui promosi yang berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, lapangan sepak bola diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi desa.

“Semua pihak harus bisa membranding lapangan di desanya demi mendorong kemajuan desa masing-masing,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.