Tangis Ibu di Kediri Ceritakan Anaknya Bisa Sekolah Berkat Program Mas Dhito

oleh -641 Dilihat
7f88ebf0 b8cd 4d83 a734 c640b5dc7c7c
Sriani, warga Desa Canggu dengan mata berkaca-kaca menceritakan anaknya. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Program sekolah gratis yang dijalankan Calon Bupati (Cabup) Kediri Hanindhito Himawan Pramana di periode pertama kepemimpinannya terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat.

Seorang ibu bahkan sampai menangis untuk meluapkan kebahagiannya karena anaknya berhasil melanjutkan sekolah.

Ibu itu bernama Sriani. Warga Desa Canggu, Kecamatan Badas. Begitu bertemu Mas Dhito, Sriani spontan menyampaikan terima kasih berkat kepedulian mendirikan SMA Dharma Wanita Boarding School. Diakui, kini anaknya bisa melanjutkan jenjang pendidikan.

“Dengan adanya programnya Pak Dhito, anak saya bisa lanjut sekolah,” ungkap Sriani, saat menjadi audien kegiatan kampanye Mas Dhito di Desa Tunglur, Kecamatan Badas, kemarin.

Cerita itu bermula saat anak Sriani yang bernama Fani Amelia, hampir tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTA sederajat. Pada saat itu, dia sudah pasrah soal kelanjutan pendidikan anaknya lantaran faktor ekonomi keluarga yang terbatas.

Singkatnya, lanjut Sriani, sang anak Fani Amelia mendapat informasi bahwa di Kabupaten Kediri terdapat jenjang pendidikan SMA tanpa pungutan biaya sepeserpun.

Bahkan, sekolah berkonsep asrama tersebut dari segi biaya hidup untuk makan sehari-hari telah ditanggung pihak sekolah atau pemerintah daerah dalam hal ini.

Mengetahuinya, Sriani sangat bersyukur atas dibangunnya SMA Dharma Wanita Boarding School di Kecamatan Pare tersebut. Sekolah berasrama itu dinilai sangat membantu siswa yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya.

“Benar-benar mengangkat (membantu) anak yang membutuhkan sekolah tapi orang tuanya tidak ada biaya,” ujar Sriani.

Dalam kesempatan bertemu Mas Dhito, ia juga mendoakan agar cabup nomor urut 2 itu bisa kembali memimpin Kabupaten Kediri di periode keduanya. Sehingga program-program yang telah dijalankan bisa terus dilanjutkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Merespon hal ini, Mas Dhito mengungkapkan, inisiasi mendirikan SMA Dharma Wanita Boarding School menjadi wujud kepedulian terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi termahal dalam hidup.

“Maka hal yang paling mendasar adalah rakyat itu punya hak dan pemerintah punya kewajiban,” respon Mas Dhito, terkait kebijakan program di periode pertamanya.

Sebagaimana diketahui, Mas Dhito konsen memprioritaskan empat sektor selama kepemimpinan periode pertama di Kabupaten Kediri. Termasuk kesehatan, sosial, infrastruktur, serta pendidikan di dalamnya.

Maka dari itu, dalam perjalanan penerimaan siswa baru di SMA Dharma Wanita Boarding School pun diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu. Hal ini sesuai komitmen Mas Dhito yang tidak ingin melihat generasi muda di Kabupaten Kediri putus sekolah akibat terkendala biaya.

“Tidak boleh orang putus sekolah karena terkendala biaya,” tegas Mas Dhito.

Sebagai informasi, SMA Dharma Wanita Boarding School Pare Kediri didirikan pada 2022 di era kepemimpinan periode pertama Mas Dhito. Kini, sekolah berasrama tersebut memasuki angkatan kedua dengan jumlah masing-masing angkatan sebanyak 130 siswa. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.