KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar prosesi pelepasan sekaligus doa bersama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus calon jemaah haji 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (30/4), ini menjadi momentum perdana digelarnya acara khusus bagi 102 ASN sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan bahwa keberangkatan haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang mendapatkanya. Ia juga mengungkapkan bahwa dari total ASN yang berangkat, sektor pendidikan mendominasi dengan 62 orang guru.
“Tidak semua orang memiliki kesempatan dan panggilan yang sama. Ini murni panggilan Allah. Karena keterbatasan kami untuk bersilaturahmi ke rumah Bapak/Ibu satu per satu, maka melalui pertemuan ini kami menitipkan doa,” ujar Wahono.
Wahono juga berharap para jemaah dapat mendoakan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro saat berada di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci.
“Kami ingin mendapatkan berkah doa dari Bapak/Ibu sekalian. Mohon doakan agar Kabupaten Bojonegoro senantiasa diberikan kemudahan, masyarakatnya bahagia, makmur, dan membanggakan. Jaga hati, jaga kesehatan, dan semoga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan para ASN di tengah situasi global yang dinilai belum sepenuhnya stabil. “Keberangkatan ini adalah hal yang sangat dinanti. Kita tahu situasi dunia sempat menimbulkan kekhawatiran, namun atas izin Allah, Bapak Ibu sekalian tetap bisa berangkat sebagai tamu Allah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif langsung Bupati sebagai bentuk penghargaan non-fisik kepada ASN. Nurul juga berpesan agar para calon jemaah menjaga kesehatan fisik, semangat, dan stabilitas emosi selama menjalankan ibadah.
“Jika tidak sehat, ibadah tidak akan maksimal. Jaga emosi agar tetap tenang sehingga ibadah menjadi mabrur dan membawa keberkahan, baik bagi diri sendiri maupun bagi Kabupaten Bojonegoro,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta penyerahan cinderamata kepada para calon jemaah haji, menandai awal perjalanan spiritual mereka menuju Tanah Suci. (*)







