KabarBaik.co – Stadion Surajaya kembali bergelora menyambut fajar baru. Menjelang pergantian tahun pada Selasa (30/12) lalu, Yuhronur Efendi (YES), Bupati Lamongan sekaligus Penasihat Utama Persela, secara resmi memperkenalkan Bima Sakti Tukiman sebagai pelatih kepala baru Laskar Joko Tingkir. Penunjukan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa sosok yang akan memimpin kebangkitan Persela di putaran kedua Liga 2 musim 2025/2026.
Bagi Bima Sakti, keputusan ini bukan sekadar pekerjaan baru, melainkan sebuah pertaruhan reputasi. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai “spesialis” Tim Nasional (Timnas) kelompok umur, Bima Sakti akhirnya turun gunung ke level klub profesional sebagai pelatih kepala. Bima datang membawa beban harapan ribuan LA Mania. Yakni, mengembalikan Persela ke kasta tertinggi, Super League, lewat sentuhan dingin yang pernah membawa Indonesia juara di tingkat Asia Tenggara.
Bima Sakti didatangkan ke Kota Soto tentu karena tidak dengan tangan hampa. Namun, membawa kurikulum kesuksesan. Misalnya, gelar juara Piala AFF U-16 2022. Prestasi tertingginya sebagai pelatih kepala yang paling tidak membuktikan kemampuan Bima Sakti membangun tim dari nol menjadi kampiun.
Lalu, sejarah Piala Dunia U-17 2023. Mencatatkan poin pertama bagi Indonesia di ajang resmi FIFA dengan menahan imbang tim kuat seperti Ekuador dan Panama. Bima Sakti juga disebut sebagai sosok dengan kedisiplinan tinggi. Mewarisi etos kerja ala Luis Milla, yang dipadukan dengan karakter kebapakan dalam merangkul pemain.
Bisa jadi menunjukkan kerendahan hati yang menjadi ciri khasnya, langkah pertama Bima Sakti di Lamongan adalah melakukan ziarah ke makam legenda abadi Persela, almarhum Choirul Huda, penjaga gawang legendaris Pesela. Langkah simbolis ini seperti mempertegas komitmennya untuk menghargai kultur klub sebelum mulai merombak teknis di lapangan hijau.
Tantangan Berat: MMembangunka Raksasa Tertidur
Kondisi Persela saat ini dianggap sedang tidak ideal. Tertahan di peringkat ke-6 klasemen Grup 2 dengan koleksi 21 poin, Bima Sakti harus segera memutar otak. Dia mewarisi skuad dengan komposisi yang relatif unik. Perpaduan pemain naturalisasi veteran seperti Otavio Dutra dan Beto Goncalves dengan talenta muda yang butuh arahan.
Yang jelas, kini manajemen telah memberikan “cek putih” kepada Bima Sakti untuk melakukan perombakan pada bursa transfer yang dibuka 10 Januari 2026 mendatang. Satu catatan yang mungkin menjadi fokus utamanya adalah memperbaiki organisasi pertahanan dan transisi bermain yang menjadi titik lemah di putaran pertama Persela.
Berdasarkan catatan. ujian kesaktian perdana Bima Sakti adalah pada Minggu, 4 Januari 2026, saat menjamu Persiba Balikpapan. Laga ini akan menjadi panggung pertama bagi publik, terutama LA Mania, untuk melihat apakah filosofi “bola mengalir” yang dikenal sebagai karakter Bima Sakti bisa langsung menyatu dengan karakter keras khas Persela.
”Saya tidak menjanjikan keajaiban instan, tapi saya menjanjikan kerja keras. Persela adalah tim besar dengan sejarah panjang, dan tempat mereka adalah di kasta tertinggi,” tegas Bima Sakti kepada awak media.
Dengan pengalamannya di level internasional dan dukungan penuh dari manajemen serta suporter, uji kesaktian Bima Sakti resmi telah dimulai. Jalan menuju Liga 1 atau Super League memang terjal. Namun di bawah komando sang legenda, harapan itu kini kembali menyala di Lamongan.
Apakah kursi pelatih kepala Persela itu bakal awet, atau menjadi kursi panas seperti sebelum-sebelumnya? Tentu capaian hasil dan waktu yang menjawabnya.
Yang pasti, di Grup 2 Wilayah Timur Liga 2 2025/2026, Persela tergabung bersama sejumlah tim papan atas seperti Persipura Jayapura, PSS Sleman, Barito Putera, dan Persiba Balikpapan, serta klub-klub lain seperti Deltras, Persiku Kudus, Persipal, Kendal Tornado FC, dan PSIS Semarang.
Persela menghadapi tantangan berat untuk menembus posisi teratas grup. Kompetisi di grup ini sangat ketat, karena beberapa tim memiliki pengalaman promosi dan sejarah panjang di Liga 1, sehingga setiap pertandingan menjadi krusial bagi Laskar Joko Tingkir untuk menjaga peluang promosi dan mengamankan posisi papan atas klasemen.
Dalam format Liga 2 2025/2026, juara masing-masing grup otomatis promosi ke Liga 1. Adapun runner-up akan saling bertanding dalam play-off untuk memperebutkan satu tiket tambahan. Dengan hanya tiga slot promosi tersedia, Persela harus bersaing ketat melawan tim tangguh. Selain itu, ancaman degradasi juga mengintai bagi tim yang berada di posisi bawah. Karena itu, setiap poin dari laga home maupun away menjadi sangat penting.(*)






