Unej Bahas Pengembangan Kopi untuk Kekuatan Ekonomi Lokal

oleh -43 Dilihat
unej
Seminar Nasional Temu Usaha Pemberdayaan Ekonomi Lokal. (Ist)

KabarBaik.co – Universitas Jember (Unej) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sukses menggelar Seminar Nasional Temu Usaha Pemberdayaan Ekonomi Lokal dalam Pengembangan Komoditas Kopi di Wilayah Aglomerasi Tapal Kuda 2025 pada Rabu (26/11).

Acara yang berlangsung di Auditorium Unej ini menjadi forum strategis untuk menyatukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merumuskan langkah konkret penguatan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan, khususnya kopi.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Ir. Iwan Sumule, dan Bupati Jember, Gus Fawait. Kehadiran kedua tokoh ini menunjukkan korelasi kuat antara pengembangan kopi dengan agenda nasional pengurangan kemiskinan ekstrem dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Jember masih sangat ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Ia memproklamirkan Jember sebagai Surga Kopi Indonesia

“Jember kami tegaskan sebagai surga kopi Indonesia. Dari lereng sampai kawasan kebun, kopi Jember menghasilkan cita rasa yang diakui, baik Arabika maupun Robusta. Jika empat sampai lima komoditas unggulan Jember kopi, tembakau cerutu, edamame, okra, dan kakao dikembangkan bersama, maka potensi kesejahteraan masyarakat akan tumbuh sangat kuat,” ujar Gus Fawait.

Ia menambahkan, pengembangan kopi akan difokuskan melalui skema perhutanan sosial. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem yang sebagian besar berada di kawasan pinggir kebun/hutan tetap dapat berproduksi dan meningkatkan pendapatan.

Kebijakan ini selaras dengan arahan Presiden dan BP Taskin dalam memastikan program penurunan kemiskinan berjalan efektif.

Sementara, Wakil Kepala BP Taskin Ir. Iwan Sumule menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga dan pemerintah daerah dalam membangun gerakan bersama untuk mengentaskan kemiskinan.

Ia memaparkan, angka kemiskinan nasional per Maret 2025 berada di 8,47 persen (terendah sejak krisis 1998).

“Target pemerintah adalah adanya penurunan menjadi 4,5 persen pada tahun 2029, dan kemiskinan ekstrem 0 persen di tahun 2026,” jelasnya.

Iwan menegaskan, Jember mendapat perhatian khusus karena memiliki angka kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Timur. Oleh sebab itu, BP Taskin mengambil langkah afirmatif dengan mengintegrasikan berbagai program kementerian agar tepat sasaran di Jember.

“Harapan kami, dengan koordinasi yang tepat dan komitmen bersama, Jember dapat benar-benar mewujudkan diri sebagai daerah surga kopi Nusantara sekaligus menurunkan kemiskinan ekstrem secara signifikan,” pungkasnya.

Seminar nasional LP2M Unej ini menjadi momentum penting untuk mengubah pola pikir bahwa kopi adalah instrumen pemerataan kesejahteraan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kopi yang mampu menggerakkan masyarakat dari hulu sampai hilir. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.