KabarBaik.co, Mojokerto – Media Center Mojokerto kini resmi beroperasi sebagai ruang kolaborasi bagi insan pers dan pemerintah daerah. Fasilitas yang diresmikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa pada Rabu pekan lalu itu diharapkan memperkuat kualitas komunikasi publik di Kabupaten Mojokerto.
Berlokasi di Jalan R.A Basuni No.17, Daleman Selatan, Japan, Kecamatan Sooko, Media Center ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam menghadirkan akses informasi yang lebih terbuka, cepat, dan terintegrasi.
Peresmian sebelumnya ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Albarraa dan dihadiri Wakil Wali Kota, jajaran Forkopimda Mojokerto Raya, kepala perangkat daerah, serta para jurnalis.
“Media Center Mojokerto bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan ruang bersama bagi seluruh insan pers di Mojokerto,” ujar Bupati Mojokerto.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menegaskan, Media Center dirancang sebagai ruang terbuka, inklusif, dan kolaboratif yang dapat dimanfaatkan wartawan dari berbagai platform, baik cetak, elektronik, maupun digital.
Selain sebagai pusat informasi, fasilitas ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan, seiring meningkatnya kebutuhan akan informasi yang akurat di era digital.
Menurutnya, keberadaan Media Center menjadi semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan tuntutan keterbukaan publik.
Gus Barra juga menekankan pentingnya peran media sebagai pilar demokrasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk opini publik yang sehat dan berimbang.
“Oleh karena itu, kemitraan antara pemerintah dan media harus terus dijaga dengan menjunjung tinggi independensi dan profesionalitas,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto pun berkomitmen untuk terus mendorong keterbukaan informasi publik dengan memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat melalui media.
Media Center ini diharapkan menjadi pusat koordinasi informasi sekaligus wadah peningkatan kapasitas dan literasi media di daerah.
“Media Center ini bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi simbol kolaborasi, komunikasi yang sehat, dan kepercayaan antara pemerintah dan insan media,” tambahnya.
Ke depan, seluruh pihak diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal agar benar-benar menjadi ruang produktif yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Saya berharap keberadaan fasilitas ini mampu memperkuat sinergi, menjaga kualitas informasi publik, serta mendukung pembangunan daerah yang transparan dan partisipatif,” pungkasnya.(*)







