KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat membenahi sistem penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi sektor pertanian dan perikanan. Langkah evaluasi ini diambil guna merespons sejumlah kendala operasional yang sempat dikeluhkan para petani dan nelayan di lapangan.
Komitmen pembenahan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam acara Pro Gus’e Update yang digelar di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP), Sabtu (6/6).
Fawait menegaskan bahwa BBM subsidi merupakan kebutuhan krusial untuk menggerakkan alat mesin pertanian (alsintan) dan kapal nelayan. Oleh sebab itu, regulasi yang dinilai berbelit-belit akan segera dipangkas.
“Kami akan memperbaiki Standar Operasional Prosedur (SOP) penebusan BBM subsidi. Intinya, Pemkab Jember berkomitmen memberikan kemudahan akses bagi petani maupun nelayan,” ujar Gus Fawait.
Ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi dalam proses distribusi sebelumnya. Gus Fawait memastikan masalah utama bukan terletak pada kelangkaan pasokan, melainkan pada birokrasi di tingkat daerah.
“Kuota BBM dan pupuk dari pusat sebenarnya aman dan mencukupi. Jadi, jika ada kendala di lapangan, itu adalah tanggung jawab Pemkab Jember yang harus segera diperbaiki,” tambahnya.
Melalui penyederhanaan birokrasi ini, Pemkab Jember berharap aktivitas produksi di sektor pangan dan maritim dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Apalagi, dukungan anggaran dari APBN untuk sektor ini terus meningkat setiap tahunnya, yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat Jember.(*)






