KabarBaik.co, Surabaya – Sebuah unggahan di media sosial menyita perhatian publik. Unggahan itu menceritakan curhat seorang ibu bernama Agustin Arimardika, 33, warga Jalan Bagong Ginayan, Surabaya, yang kehilangan jejak putrinya berinisial A, 5,.
Agustin menceritakan anaknya disebut dibawa paksa oleh mantan suaminya, Sunardi. Agustin menyebut anaknya tersebut telah dieksploitasi mantan suami untuk mengemis serta mengamen di sejumlah titik di Surabaya. Bahkan anak tersebut tidak disekolahkan.
Berdasarkan cerita yang dibagikan Agustin di akun Instagramnya, peristiwa bermula pada awal Maret 2026. Saat itu, ia mengantarkan putrinya bertemu dengan ayah kandungnya di kawasan Keputran, Surabaya. Sejak bercerai pada tahun 2024 silam, Agustin memang memberikan izin kepada mantan suaminya untuk menjenguk anak setiap hari Jumat hingga Minggu.
Namun saat Agustin hendak menjemput putrinya dua hari kemudian. Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Sunardi, yang bahkan diduga mengancam akan memutus sepenuhnya akses komunikasi dan pertemuan antara Agustin dengan putri semata wayangnya.
“Ketika saya datang menjemput, saya tidak diperbolehkan bertemu. Bahkan dia mengancam saya tidak akan pernah bisa melihat anak saya lagi,” ungkap Agustin dalam keterangannya di medsos.
Kekhawatiran Agustin semakin memuncak selang dua minggu setelah kejadian itu. Ia menerima kabar dari kerabat dekat keluarga Sunardi bahwa putrinya kerap diajak berkeliling jalanan untuk meminta sedekah dan mengamen demi mendapatkan uang.
Informasi itulah yang kemudian membuat Agustin bergerak cepat menyebarkan pengumuman pencarian di media sosial demi memperoleh dukungan sekaligus jejak keberadaan putrinya.
Kisah ini pun menyebar dengan cepat dan memicu gelombang keprihatinan masyarakat Surabaya. Banyak warganet yang ikut membantu menyebarkan informasi serta mendesak pihak berwenang segera menelusuri keberadaan anak tersebut demi memastikan keselamatan dan kesejahteraannya. (*)







