KabarBaik.co , Surabaya – Media sosial tengah diramaikan dengan beredarnya unggahan terkait dugaan penyalahgunaan dana atau korupsi di lingkungan organisasi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Universitas Airlangga (Unair). Perbincangan itu dengan cepat menyita perhatian mahasiswa, alumni hingga warganet.
Dalam unggahan yang beredar, seorang pengurus organisasi mahasiswa berinisial YIP yang diketahui menjabat sebagai Menteri Keuangan Airlangga University Bidikmisi Organization (AUBMO) periode 2025/2026 disebut diduga menyelewengkan dana organisasi hingga mencapai Rp 97 juta.
Informasi tersebut langsung menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial. Sejumlah unggahan membahas kronologi dugaan kasus tersebut, sementara kolom komentar dipenuhi beragam tanggapan dari mahasiswa maupun masyarakat umum.
Unggahan tersebut menulis bahwa dana yang dipersoalkan berasal dari sumbangan sukarela mahasiswa penerima KIP-K. Dana itu disebut dikumpulkan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi dan program kemahasiswaan yang dijalankan secara rutin.
Dalam narasi yang viral, juga beredar informasi mengenai adanya dokumen pernyataan bermaterai yang diduga berisi pengakuan penggunaan dana organisasi untuk kepentingan pribadi. Namun hingga kini, kebenaran dokumen tersebut maupun keseluruhan informasi yang beredar masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Ramainya perbincangan publik tidak hanya menyoroti dugaan penyalahgunaan dana, tetapi juga sistem pengawasan internal organisasi. Sejumlah mahasiswa meminta agar persoalan ini diusut secara terbuka dan transparan guna menjaga kepercayaan anggota organisasi serta para penerima manfaat program KIP-K.
“Buka seterang-terangnya agar tidak menimbulkan fitnah dan spekulasi,” komen salah satu akun dalam unggahan yang ramai dibagikan, Selasa (16/6).
Warganet lainnya juga mendorong adanya evaluasi tata kelola organisasi mahasiswa agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Mereka menilai transparansi dan akuntabilitas menjadi hal penting dalam pengelolaan dana yang berasal dari kontribusi anggota. Kasus dugaan penyalahgunaan dana ini pun masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Publik kini menantikan klarifikasi resmi serta langkah penyelesaian yang akan ditempuh oleh pihak-pihak terkait untuk mengungkap fakta sebenarnya. (*)






