KabarBaik.co, Surabaya– Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan klarifikasi terkait sorotan masyarakat mengenai anggaran pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang mencapai Rp 27 miliar.
Gus Ipul menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan perencanaan awal dan bukan hasil akhir dari biaya yang akan dikeluarkan negara. Hal ini disampaikannya saat meninjau lokasi proyek Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, pada Senin (4/5).
“Anggaran Rp 27 miliar untuk sepatu tersebut masih berupa perencanaan awal. Selanjutnya, kami baru akan melakukan proses pengadaannya,” ujar Gus Ipul.
Sebelumnya, publik menyoroti rencana pengadaan 39.345 pasang sepatu dengan estimasi harga Rp 700.000 per pasang. Menanggapi angka tersebut, Gus Ipul meyakini harga final akan terkoreksi lebih rendah setelah melalui mekanisme pengadaan yang transparan.
“Proses pengadaan ini dilelang secara terbuka dan nanti hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya. Kalau sekarang disebut Rp 700.000, nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu. Nanti kan akan ada proses lelang, saya tidak terlalu mengerti detail tentang proses lelang itu,” imbuhnya.
Peringatan Keras Bagi Internal Kemensos
Guna memastikan program berjalan tepat sasaran, Gus Ipul memberikan peringatan keras kepada jajarannya di Kementerian Sosial (Kemensos) agar tidak melakukan praktik lancung dalam proses pengadaan barang dan jasa. Ia menegaskan tidak akan menoleransi adanya intervensi dari pihak mana pun.
“Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobi, titipan, rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” tegas Mensos.
Peringatan ini, menurutnya, berlaku untuk seluruh program di bawah naungan Kemensos, bukan hanya untuk proyek Sekolah Rakyat. Ia mengajak seluruh jajaran untuk memetik pelajaran dari kesalahan di masa lalu agar institusi yang dipimpinnya bersih dari praktik korupsi.
“Mari kita belajar kepada hal-hal yang tidak baik di masa lalu. Kita jadikan pelajaran dan ke depan ini kita harus benar-benar bersih dari korupsi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial berkomitmen untuk menindak tegas siapa pun yang mencoba bermain dengan anggaran negara.
“Kalau terjadi pelanggaran, manipulasi, kongkalikong, saya dan Pak Wamen sudah berkomitmen akan menjadi pihak pertama yang melaporkan teman-teman di Kementerian Sosial yang main-main dengan pengadaan barang dan jasa,” pungkasnya. (*)







