KabarBaik.co, Banyuwangi – Rapat yang berlangsung di DPRD Banyuwangi mendadak viral di media sosial. Keviralan itu terjadi pascaberedarnya video seorang anggota DPRD setempat yang mengamuk hingga menendang pintu.
Peristiwa itu terjadi pada saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS tahun anggaran 2027 yang dihadiri oleh Badan Anggaran legislatif dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang mewakili eksekutif.
Rapat tersebut digelar pada Selasa (11/8) di ruang khusus kantor dewan setempat. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto bersama Sekda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo.
Diketahui anggota yang mengamuk tersebut adalah Suwito, dari fraksi Gerindra. Dalam sebuah rekaman yang beredar Suwito semula duduk di kursinya dan berbicara di microfon.
Makin lama nadanya meninggi. Ia berdiri dan membanting makanan sesuatu, ia pergi menendang daun pintu hingga terbuka. Ia lalu pergi meninggalkan ruang rapat sembari mengajak anggota dewan lainnya untuk juga pergi meninggalkan rapat tersebut.
Saat dikonfirmasi Jumat (14/8), Suwito mengaku aksinya spontanitas. Ia kesalahpahaman yang memicu amarahnya.
“Waktu itu memang ada sesuatu kesalahpahaman dari proses rapat kemarin, yang sehingga memicu sesuatu hal yang mungkin bagi saya itu spontanitas,” kata Suwito.
Suwito mengklaim bahwa aksinya muncul karena didorong kepentingan masyarakat Banyuwangi. Dalam rapat itu dewan menagih pembangunan yang dinilai tidak ada progres.
Kemudian masalah Dana Abadi Daerah (DAD). Dewan tidak setuju soal wacana itu dibahas, karena masih perlu cantolan lebih maksimal. Menurutnya aksinya muncul karena selisih paham itu.
“Saat rapat banyak perbedaan pendapat antara eksekutif dan legislatif. Tapi ini semua tidak ada persoalan pribadi dan tidak ada persoalan yang diluar kepentingan masyarakat,” bebernya.
Rapat pada hari itu pun berakhir buntu. Karena beberapa anggota DPRD juga turut keluar dari ruangan. Rapat pembahasan KUA-PPAS pun dilanjutkan pada hari berikutnya.
Pada rapat yang digelar Kamis (13/8), eksekutif dan legislatif menandatangani persetujuan KUA-PPAS 2027.
Suwito bukan pertamakalinya viral. Pada tahun 2025 lalu statmentnya juga sempat booming. Ia berkata bahwa 80 persen kepala desa koruptif dalam penyaluran bantuan sosial.
Akibat ucapannya itu Suwito digeruduk kepala desa se Banyuwangi yang menggelar demo di gedung dewan pada, 17 November 2025.
Aksi tersebut berakhir setelah Suwito menyampiakan permohonan maaf di depan para pendemo. Ia mengakui ucapannya yang viral adalah salah.
“Apa yang saya katakan itu salah. Saya sebagai manusia biasa memohon maaf,” ujar Suwito, ketika itu.
Sekadar informasi, Suwito merupakan putra asli daerah Banyuwangi Kelahiran Dusun Gayam, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh. Ia merupakan kader Partai Gerindra yang terpilih menjadi anggota DPRD Banyuwangi periode 2024-2029. Ia sekaligus menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Banyuwangi. Sebelum jadi anggota DPRD Banyuwangi Suwito memiliki latarbelakang TNI.








