Wali Kota Blitar Sambat Skema Baru Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor

oleh -40 Dilihat
4230ee78 e0cf 4ba6 904f e10e2ee333e8
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. (Foto: Calvin Budi Tandoyo)

KabarBaik.co – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengeluhkan dampak kebijakan baru mengenai pembagian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

Ia menyampaikan bahwa dampak ketentuan pembagian pajak sebesar 60 persen untuk daerah dan 30 persen untuk provinsi, khususnya bagi daerah kecil seperti halnya Kota Blitar

“Untuk pajak kendaraan bermotor saat ini pembagiannya adalah 60 persen untuk daerah dan 30 persen untuk provinsi. Namun, daerah yang mendapatkan dampak besar dari kebijakan ini adalah daerah dengan jumlah kendaraan banyak seperti Surabaya, Sidoarjo, dan mungkin Malang,” ujar Syauqul, Sabtu (11/10).

Menurutnya, meskipun secara nominal porsi untuk daerah tampak meningkat, daerah dengan populasi kendaraan sedikit justru mengalami penurunan pendapatan. Kota Blitar, kata dia, termasuk dalam kategori tersebut.

“Jika Kota Blitar mendapat 60 persen tanpa adanya mekanisme pemerataan, pendapatan akan turun. Sebab, jumlah kendaraan kita tidak sebanyak daerah besar,” ujarnya.

Syauqul memperkirakan, penurunan tersebut dapat mencapai hampir setengah dari nilai sebelumnya. Pendapatan yang semula sekitar Rp 42 miliar dapat berkurang menjadi sekitar Rp 18 miliar hingga Rp 20 miliar.

“Penurunannya cukup besar, hampir separuh dari sebelumnya,” tambahnya

Ia menegaskan, pemerintah kota berharap adanya kebijakan pemerataan dari pemerintah provinsi agar daerah dengan jumlah kendaraan terbatas tidak semakin tertinggal.

“Tanpa pemerataan, daerah kecil seperti kita akan sangat terdampak,” kata Mas Ibin.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.