KabarBaik.co, Banyuwangi – Strategi penguatan layanan kesehatan primer berbasis pencegahan yang dijalankan Pemkab Banyuwangi mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus. Berbagai inovasi tersebut dipaparkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam Leimena Conference di Jakarta, Senin (27/7).
Leimena Conference merupakan forum kesehatan nasional yang mempertemukan kepala daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan pakar kesehatan untuk membahas penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia. Forum tersebut digelar sebagai penghormatan kepada Johannes Leimena, tokoh yang menggagas konsep puskesmas di Indonesia.
Ipuk menjadi salah satu kepala daerah yang diundang sebagai pembicara pada forum kesehatan nasional yang digagas Kementerian Kesehatan. Dalam sesi Leaders Talk, Ipuk memaparkan langkah Banyuwangi memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis puskesmas melalui berbagai program promotif dan preventif.
“Kami menyadari ada banyak keterbatasan di daerah kami. Mulai dari fiskal, SDM hingga infrastruktur. Hal ini tidak membuat kami patah hati, tapi justru termotivasi untuk membuat inovasi penguatan layanan kesehatan primer,” kata Ipuk.
Salah satu program yang dipaparkan ialah Mal Orang Sehat, yang mendorong masyarakat memeriksakan kesehatan secara rutin sebelum sakit. Menurut Ipuk, langkah preventif menjadi cara efektif menekan beban pembiayaan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Seberapapun anggarannya tidak akan cukup jika untuk menyembuhkan. Tapi, dengan tindakan preventif, setidaknya akan mengurangi beban pembiayaan kesehatan. Ini sudah dilakukan Banyuwangi sejak 2018. Dan kini semakin senang karena sinergi dengan program pusat CKG (Cek Kesehatan Gratis),” ujarnya.
Selain itu, Banyuwangi juga memiliki Satgas Stunting, Rantang Kasih, layanan Jemput Bola Rawat Warga, hingga Oasis Wangi, layanan konsultasi kesehatan keluarga melalui WhatsApp yang beroperasi selama 24 jam hasil kolaborasi dengan Noora Health.
“Layanan ini sudah dilaunching Pak Menkes pekan lalu. Warga bisa berkonsultasi gratis 24 jam nonstop dan langsung di-handle oleh petugas kesehatan. Sangat mudah, karena konsultasinya lewat WA,” ujar Ipuk.
Paparan tersebut mendapat apresiasi dari Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus. Menurutnya, meningkatnya aktivitas pelayanan di puskesmas merupakan indikator bahwa upaya promotif dan preventif telah berjalan dengan baik.
“Artinya, upaya preventif di tengah masyarakat sudah berjalan dengan baik,” tegas Benjamin.








