KabarBaik.co – Komisi III DPRD Trenggalek menggelar pertemuan dengan warga Dusun Nglembu, Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek untuk mendengarkan keluhan terkait dampak pembangunan Jembatan Bendorejo.
Dalam pertemuan itu, puluhan warga menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi akibat proyek tersebut.
Pranoto, Ketua Komisi III DPRD Trenggalek mengungkapkan bahwa perwakilan warga yang hadir merupakan enam kepala keluarga yang terdampak langsung oleh pembangunan jembatan ini. Mereka mengeluhkan berbagai dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan akibat pembangunan jembatan tersebut.
“Kami menerima keluhan warga yang terdampak, mulai dari persoalan sosial hingga ekonomi. Semua aspirasi yang disampaikan warga akan segera kami tindaklanjuti dan koordinasikan dengan pihak terkait,” ujar Pranoto.
Pranoto menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya agar permasalahan yang dihadapi warga dapat diakomodasi dalam anggaran pemerintah daerah, selama hal itu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebelumnya, telah ada komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BPJN, dan pihak pengusaha terkait pemberian bantuan kepada warga terdampak.
“Warga yang terdampak telah ditawari bantuan sebesar Rp 1,5 juta, terdiri dari Rp 500 ribu dari pengusaha dan Rp 1 juta dari dana pribadi Dinas PUPR. Namun, warga merasa bahwa jumlah tersebut belum sebanding dengan dampak yang mereka alami,” ungkap Pranoto.
Wardoyo alias Yoyok, salah satu perwakilan warga, menyatakan bahwa kedatangan mereka ke DPRD bertujuan untuk mencari solusi yang lebih adil bagi warga yang terkena dampak pembangunan jembatan. Meskipun telah ada sosialisasi mengenai dana kompensasi, warga belum bersedia menerimanya karena merasa jumlahnya tidak mencukupi.
“Kami berharap tuntutan warga dapat direalisasikan dan ada kejelasan mengenai kompensasi yang lebih baik atas dampak yang kami alami,” ujar Wardoyo.
Warga berharap pihak terkait dapat segera menindaklanjuti keluhan mereka dan memberikan solusi yang memadai.(*)






