KabarBaik.co, Malang – Pemkab Malang mencatat masih adanya kesenjangan akses digital di wilayahnya. Sekitar 21 persen area di Malang hingga kini masih berada dalam kategori blank spot atau belum terjangkau layanan internet secara optimal.
Kepala Diskominfo Malang Atsalis Supriyanto menyampaikan bahwa saat ini tingkat keterjangkauan internet di Malang telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen, berkat kontribusi penyedia layanan internet dan inisiatif masyarakat.
“Untuk blank spot yang ada di wilayah Kabupaten Malang sampai saat ini masih sekitar 21 persen. Dengan adanya jasa internet yang dilakukan oleh pihak tertentu maupun masyarakat, saat ini hampir 80 hingga 85 persen wilayah sudah terjangkau akses internet,” ujarnya, Jumat (5/5).
Atsalis menjelaskan penghapusan seluruh titik blank spot belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran daerah. Oleh karena itu, Pemkab Malang mendorong skema kolaboratif dengan pihak swasta dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi.
Salah satu langkah yang tengah didorong adalah pembangunan tower bersama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau sinyal. Skema ini dinilai lebih efisien karena satu menara dapat digunakan secara bersama oleh beberapa operator telekomunikasi.
“Sedapat mungkin dilakukan pemasangan tower bersama di kawasan blank spot. Keberadaan tower tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai provider untuk memperluas jangkauan layanan sampai wilayah yang selama ini belum terlayani,” jelasnya.
Pemkab Malang menilai kerja sama lintas sektor menjadi kunci percepatan pemerataan akses internet, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur digital. (*)







