KabarBaik.co, Surabaya – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya memastikan enam jemaah haji asal Jatim masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi sehingga kepulangan mereka ke Indonesia untuk sementara waktu tertunda.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan tim kesehatan haji di Arab Saudi guna memantau perkembangan kondisi para jemaah tersebut.
“Kami bersama tim kesehatan akan memastikan jemaah haji yang sakit mendapatkan pelayanan terbaik hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia,” kata Anam di Surabaya, Minggu (7/6).
Enam jemaah yang masih dirawat itu adalah Mohammad Dzikri Muiz asal Probolinggo dari Kloter 11 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jeddah. Kemudian Siti Mutmainah Asari dan Matory Ahmad Jalil, keduanya asal Kota Malang dari Kloter 12.
Selain itu, Soetrisno Semo Semin asal Magetan dari Kloter 3 dirawat di Rumah Sakit King Abdullah, Jetty Trisno asal Madiun dari Kloter 4 dirawat di Rumah Sakit Samir Abbas, serta Sri Rahayu Sudarmo asal Pacitan dari Kloter 5 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit King Faisal.
Di tengah proses pemulangan jemaah yang masih berlangsung, PPIH Debarkasi Surabaya mencatat hingga kedatangan Kloter 25 sebanyak 9.478 jemaah dan petugas haji telah kembali ke Tanah Air.
Jumlah tersebut terdiri atas 9.302 jemaah, 43 Petugas Haji Daerah (PHD), 33 pembimbing ibadah haji dan umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 100 petugas kloter.
Menurut Anam, jumlah itu setara sekitar 22 persen dari total 44.000 jemaah dan petugas yang tergabung dalam operasional Debarkasi Surabaya yang melayani kepulangan jemaah dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
“Alhamdulillah, operasional pemulangan jemaah haji hingga Kloter 25 berlangsung lancar dan terkendali,” ujarnya.
Selama proses debarkasi, PPIH juga mencatat adanya 30 mutasi keluar yang terdiri atas 11 jemaah wafat di Arab Saudi, delapan jemaah sakit, satu jemaah pulang secara mandiri, serta 10 kursi kosong. Sementara itu terdapat delapan mutasi masuk yang berasal dari jemaah dengan jadwal kepulangan pada kelompok terbang sebelumnya.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat dua jemaah asal Kota Malang dari Kloter 12 meninggal dunia dalam proses pemulangan. Keduanya adalah Hery Widianto, 69, yang wafat di dalam pesawat serta Wayan Rohani Suwasti, 63, yang meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya.
Anam menyampaikan duka cita atas wafatnya kedua jemaah tersebut. Ia berharap seluruh amal ibadah yang telah ditunaikan selama di Tanah Suci diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya sendiri masih akan terus berlangsung hingga seluruh kloter yang dijadwalkan kembali ke Indonesia tiba dengan selamat. (*)








