KabarBaik.co, Batu – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional tiga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu setelah hasil inspeksi menemukan sistem pengolahan limbah yang belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkena status suspend tersebut meliputi SPPG Kota Batu Junrejo Beji 2, SPPG Kota Batu Ngaglik 3, dan SPPG Kota Batu Junrejo. Penghentian sementara dilakukan hingga pengelola menyelesaikan pembenahan sesuai standar operasional yang ditetapkan.
Kepala SPPG Wilayah Batu Meita Syahrani membenarkan adanya penghentian operasional sementara terhadap tiga dapur MBG tersebut.
“Total ada tiga dapur SPPG yang terkena suspend di Kota Batu,” ujar Meita, Rabu (17/6).
Ia menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada sejumlah dapur belum memenuhi standar yang berlaku. Karena itu, pengelola diminta segera melakukan perbaikan agar dapat kembali beroperasi.
“Pengelola diminta segera melakukan perbaikan sebelum kembali mendapatkan izin operasional,” tegasnya.
Menurut Meita, langkah penghentian sementara ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung program MBG berjalan sesuai ketentuan lingkungan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah bersama dinas terkait juga melakukan pengawasan secara berkala terhadap seluruh dapur MBG. Evaluasi dan inspeksi lanjutan dijadwalkan secara rutin guna memastikan seluruh SPPG mematuhi standar yang telah ditetapkan.
“Evaluasi dan inspeksi lanjutan dijadwalkan dilakukan secara rutin guna memastikan standar yang ditetapkan dipatuhi,” tandasnya.
Meski sempat disuspend, proses pembenahan pada sejumlah dapur berlangsung cepat. Salah satu dapur, yakni SPPG Junrejo Beji 2, telah menyelesaikan perbaikan sistem IPAL dan kini kembali beroperasi melayani program MBG.
“Untuk SPPG Junrejo Beji 2 sudah operasional kembali karena perbaikan IPAL-nya sudah rampung,” ungkap Meita.
Sementara itu, dua dapur lainnya, yakni SPPG Ngaglik 3 dan SPPG Junrejo, juga telah menyelesaikan perbaikan fisik sistem IPAL, termasuk penambahan fasilitas pendukung pengolahan limbah. Saat ini keduanya tinggal menunggu penyelesaian administrasi pencabutan status suspend.
“Untuk dua SPPG lainnya, perbaikan sudah selesai dan saat ini tinggal menunggu proses administrasi pencabutan status suspend,” tuturnya.
Meita berharap seluruh SPPG di Kota Batu tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi penerima manfaat program MBG, tetapi juga mematuhi seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan BGN.
Selain di Kota Batu, penghentian sementara operasional dapur MBG juga terjadi di daerah lain. Tercatat, terdapat tujuh dapur SPPG di Kota Malang yang turut disuspend karena belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Langkah evaluasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan dapur MBG, baik dari sisi pelayanan gizi maupun aspek lingkungan, sehingga program strategis nasional ini dapat berjalan secara berkelanjutan. (*)






