350 Guru Kabupaten Malang Ikuti ToT PGRI POWER, Perkuat Kompetensi Coding dan AI

oleh -119 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 01 at 1.38.07 PM
Launching dan Training of Trainers (ToT) PGRI POWER di Gedung PGRI Kabupaten Malang (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Sebanyak 350 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Malang mengikuti Launching dan Training of Trainers (ToT) PGRI POWER di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Kecamatan Pakisaji, Sabtu (1/8).

Program tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan kemampuan guru dalam bidang coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bekal menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malang, Sanusi, Ketua PGRI Jawa Timur, Djoko Adi Walujo, Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Sucipto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, James Tomasouw, serta jajaran Forkopimcam Pakisaji.

Bupati Malang Sanusi menyebut peluncuran PGRI POWER bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari upaya strategis meningkatkan kapasitas guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.

“Launching dan ToT PGRI POWER ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang,” terang Sanusi.

Ia menjelaskan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, telah mengubah cara belajar generasi muda. Meski demikian, menurutnya teknologi tidak akan mampu menggantikan peran guru dalam membentuk karakter, memberikan keteladanan, serta membimbing peserta didik.

“Teknologi dapat menghadirkan informasi dalam hitungan detik, tetapi tidak mampu menggantikan keteladanan, kasih sayang, kebijaksanaan, dan sentuhan nurani seorang guru,” ujarnya.

Sanusi juga mengajak para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, dan mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga pendidikan karakter agar pemanfaatan teknologi tetap berjalan seiring dengan nilai etika, empati, dan budi pekerti.

“Pemerintah Kabupaten Malang akan terus memperkuat sinergi dengan PGRI sebagai mitra strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pembangunan sumber daya manusia dimulai dari ruang-ruang kelas yang diisi guru-guru berdedikasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rendy Ferdiyanto mengatakan, PGRI POWER merupakan bagian dari Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI yang bertujuan mencetak guru profesional sebagai penggerak transformasi pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, guru harus menjadi pelaku utama dalam pemanfaatan teknologi, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. AI dan coding, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, sekaligus tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Program ini menjadi jembatan antara kebutuhan zaman yang berkembang sangat cepat dengan kondisi pembelajaran di sekolah. Kami berkomitmen melatih para guru dan mencetak trainer yang akan menyebarluaskan kompetensi digital di setiap cabang PGRI Kabupaten Malang,” ujar Rendy.

Ia menambahkan, pelatihan dilaksanakan secara bertahap melalui pembelajaran daring, workshop praktik, hingga pendampingan di sekolah. Materi yang diberikan meliputi literasi AI, prompt engineering, computational thinking, coding, serta project-based learning berbasis teknologi.

Selain mendapatkan pelatihan, seluruh peserta juga akan mengakses platform pembelajaran nasional PGRI POWER yang dilengkapi Learning Management System (LMS), bank prompt AI, repository karya, hingga sertifikasi kompetensi berjenjang sebagai sarana pengembangan profesional guru di era digital. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.