KabarBaik.co, Jombang – Sebanyak 54 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jombang tercatat berada di sejumlah negara kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, kondisi para pekerja migran ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang Isawan Nanang Rusdiyanto mengatakan data tersebut merujuk pada sistem Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
“Berkaitan dengan pekerja migran Indonesia asal Jombang yang terdata secara aktual di sistem Kementerian P2MI sebanyak 54 pekerja,” ujar Isawan dalam keterangannya, Rabu (4/3).
Ia merinci dari total 54 PMI tersebut, 15 orang berada di Arab Saudi, 12 orang di Turki, 10 orang di Uni Emirat Arab, 4 orang di Yunani, 3 orang di Hungaria, 2 orang di Rumania, 2 orang di Qatar, 2 orang di Kuwait, dan 1 orang di Yordania.
Menurut Isawan, perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian serius, khususnya dalam konteks perlindungan PMI asal Jombang.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan pengaduan ataupun kabar kondisi darurat dari para PMI maupun keluarganya.
“Saat ini kami belum ada laporan pengaduan terkait warga Jombang yang berada di Timur Tengah. Kita doakan semoga semuanya sehat,” katanya.
Disnaker Jombang mengimbau para PMI agar tetap waspada dan segera menghubungi nomor hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di masing-masing negara apabila menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.
Informasi nomor pengaduan tersebut dapat diakses melalui akun Instagram resmi Disnaker Jombang, @disnaker_kabjombang. Dalam akun tersebut telah dicantumkan kontak KBRI di negara-negara kawasan Timur Tengah.
Isawan juga memastikan pihaknya siap membantu keluarga yang ingin mengetahui informasi terkait keberadaan anggota keluarganya yang bekerja di luar negeri.
“Kami berupaya memberikan informasi kontak pengaduan jika masyarakat ingin mengetahui keberadaan keluarganya,” ujarnya.
Di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil, pemerintah daerah berharap seluruh PMI asal Jombang tetap dalam kondisi aman dan dapat terus berkomunikasi dengan keluarga di tanah air. (*)








