KabarBaik.co, Bojonegoro – Peristiwa tanah amblas (sleding) terjadi di Desa Seranak, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro. Akibat kejadian ini sejumlah pemukiman warga terancam mengalami longsor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menjelaskan bahwa fenomena tanah amblas dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan luapan Kali Kening.
“Sejak awal Maret hingga saat ini, hujan yang terjadi terus-menerus membuat debit air Kali Kening naik turun. Kondisi tersebut mengakibatkan tanah di sekitar lokasi mengalami amblas secara bertahap,” ujar Heru, Rabu (22/4).
Laporan resmi terkait kejadian ini diterima BPBD pada Selasa (21/4) dari pemerintah desa setempat. Usai menerima laporan, petugas dari BPBD Bojonegoro langsung melakukan asesmen kelokasi kejadian.
Berdasarkan hasil asesmen, tanah amblas dilaporkan memiliki panjang mencapai 380 meter dengan kedalaman sekitar satu meter. Sejumlah lahan milik warga terdampak cukup parah, di antaranya milik Warsito (66) dengan area terdampak seluas 17 x 12 meter, serta milik Mujiono (51) seluas 8,5 x 5 meter.
Meski demikian, hingga saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing. Bahkan, salah satu rumah milik Warsito telah mulai dilakukan renovasi. “Karena hanya ini rumah kita, jadi mau gimana lagi,” ujar Warsito.
Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Bojonegoro telah menyalurkan bantuan berupa sembako dan terpal kepada warga terdampak. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk pengajuan bantuan lanjutan.
“Kami telah menyarankan pemerintah desa untuk segera mengajukan proposal kepada Bupati Bojonegoro dengan tembusan ke BPBD, agar penanganan dapat dilakukan secara lebih maksimal,” kata Heru.
Pemerintah desa setempat mengajukan kebutuhan bronjong sebanyak 25 lembar guna memperkuat struktur tanah dan mencegah perluasan area amblas. Upaya penanganan melibatkan berbagai pihak, antara lain BPBD, perangkat desa, Satpol PP, TNI, dan Polri yang bersama-sama melakukan pemantauan serta mitigasi di lokasi. (*)








