KabarBaik.co, Surabaya – Sat Samapta Polrestabes Surabaya menggagalkan perang sarung yang meresahkan masyarakat di sejumlah titik rawan. Dalam operasi patroli yang digelar selama sepekan terakhir, petugas mengamankan sebanyak 16 pemuda yang diduga kuat akan melakukan tawuran.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra mengungkapkan bahwa belasan pemuda tersebut ditangkap di tiga lokasi berbeda yang selama ini dipetakan sebagai titik rawan gangguan kamtibmas.
“Total keseluruhan yang terdata diamankan ada 16 orang dari tiga lokasi utama, yakni di kawasan Banyu Urip, Tambaksari, dan Simokerto,” ujar Erika dalam keterangan resminya, Minggu (1/3).
Modus perang sarung yang dilakukan para pemuda ini kian mengkhawatirkan. Petugas menemukan bahwa aksi tersebut bukan sekadar permainan, melainkan potensi tawuran berdarah. Saat digeledah, sebagian dari pemuda yang diamankan kedapatan membawa senjata tajam (sajam) yang disembunyikan di balik sarung maupun kendaraan mereka.
Erika menegaskan bahwa patroli intensif ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk menjaga kondusivitas Kota Surabaya, terutama pada jam-jam rawan di malam hari hingga menjelang subuh.
“Kami tidak akan memberikan toleransi bagi siapa pun yang membawa senjata tajam dan berniat mengganggu keamanan ketertiban umum. Para pemuda yang terjaring saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Polisi juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari, guna menghindari keterlibatan dalam aksi tawuran maupun geng motor yang membahayakan nyawa. (*)







