Bendungan Selorejo Jadi Magnet Pemancing, Mujair Melimpah dan Panorama Pegunungan Memikat

oleh -89 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 26 at 1.39.19 PM
Mancing di bendungan Selorejo (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Bendungan Selorejo di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, tak pernah kehilangan daya tarik bagi para penghobi memancing. Hampir setiap hari, bibir waduk dipenuhi pemancing yang datang untuk berburu ikan mujair, sementara pada akhir pekan dan hari libur jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Pemancing tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Kediri, Blitar, hingga Jombang. Mereka memanfaatkan waktu libur untuk menikmati hobi sekaligus berekreasi bersama keluarga di kawasan bendungan.

“Kalau hari libur saya sering mancing di sini. Sekalian berwisata mengajak anak-anak jalan-jalan,” ujar Joko Purnomo, pemancing asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Minggu (26/7).

Bendungan Selorejo dikenal memiliki kondisi perairan yang ideal bagi pertumbuhan ikan mujair. Air yang tenang, kedalaman yang bervariasi, serta melimpahnya pakan alami membuat populasi ikan berkembang dengan baik. Selain mujair, pemancing juga kerap memperoleh ikan nila dan wader.

“Selain mujair, kadang juga dapat ikan nila dan wader. Kita bebas mancing di mana saja. Tapi kalau lewat area wisata kita harus membayar tiket sebesar Rp 20 ribu per orang,” ungkap Agung, salah seorang pemancing yang lain dalam satu lokasi.

Tak hanya menjadi surga bagi pemancing, Bendungan Selorejo juga menawarkan panorama alam yang menjadi daya tarik wisata. Hamparan air waduk berpadu dengan latar Gunung Kelud, Gunung Arjuno, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Kawi, menciptakan pemandangan yang memanjakan mata sekaligus menghadirkan udara sejuk khas dataran tinggi Ngantang.

Kawasan wisata Bendungan Selorejo juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari kolam renang, hotel, cottage, pusat kuliner, lapangan terbuka, hingga camping ground. Ikon yang paling dikenal adalah jembatan gantung yang menghubungkan sisi utara dan selatan bendungan.

Selain berfungsi sebagai destinasi wisata, Bendungan Selorejo memiliki peran strategis sebagai sumber pengairan pertanian di Malang bagian barat. Waduk yang membendung Sungai Konto ini dibangun pada 1963 dan diresmikan pada 1970, dengan kapasitas tampung sekitar 62 juta meter kubik air yang mampu mengairi lebih dari 5.000 hektare lahan persawahan.

Manfaat Bendungan Selorejo tidak berhenti pada sektor pertanian. Aliran air dari waduk juga dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mendalan di Kecamatan Kasembon. Listrik yang dihasilkan menjadi salah satu penopang kebutuhan energi di Kabupaten Malang dan wilayah sekitarnya.

Perpaduan fungsi sebagai sumber irigasi, pembangkit listrik, kawasan wisata, dan lokasi memancing menjadikan Bendungan Selorejo sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Malang yang terus ramai dikunjungi sepanjang tahun. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.