Bogasari Latih Guru SMKN 3 Kediri, Bekali Ilmu Bakery Sehat hingga Produk Pangan Lokal

oleh -160 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 06 at 5.04.51 AM scaled
Pelatihan bagi guru jurusan kuliner SMKN 3 Kediri yang digelar di Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Bogasari terus memperkuat dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Salah satunya melalui pelatihan bagi guru jurusan kuliner SMKN 3 Kediri yang digelar di Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya.

Pelatihan selama dua hari tersebut diikuti enam guru dan menjadi gelombang kedua dari program pengembangan kompetensi yang dijalankan Bogasari bersama SMKN 3 Kediri. Pada pelatihan kali ini, para peserta mendapatkan materi bertema pembuatan makanan sehat yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Enam resep yang dipraktikkan meliputi Whole Wheat Toast, Vegan Bread Blueberry Oat Milk Custard, Korean Garlic Cheese Bread, Donat Tape, Pumpkin Cotton Roll Cake, serta Cassava Cake. Tiga resep terakhir secara khusus memanfaatkan bahan pangan lokal seperti singkong dan labu kuning sebagai bentuk penguatan kearifan lokal dalam pengolahan makanan berbasis tepung terigu.

Sebelumnya, pada Januari 2026, Bogasari juga telah menggelar pelatihan tahap pertama yang diikuti enam guru lainnya. Saat itu tema yang diangkat adalah pembuatan makanan kekinian dengan materi seperti Bomboloni Mochi, Croissant, Fruit Danish, Brownies Burn Cheese Cake, Rose Lychee Pudding, hingga Matcha Cotton Roll Cake.

Seluruh pelatihan dipandu oleh Chef Senior Bogasari Baking Center, Hadi Haudi. Dengan pelatihan gelombang kedua ini, total sebanyak 12 guru jurusan kuliner SMKN 3 Kediri telah mendapatkan pembekalan langsung dari Bogasari.

Manajer Human Resource Divisi Bogasari Pabrik Surabaya Bagus Tri Ardiyanto mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kerja sama satu tahun antara Bogasari dan SMKN 3 Kediri dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi.

“Total sudah 12 guru jurusan kuliner dari SMKN 3 Kediri yang dilatih di Bogasari Baking Center. Pelatihan gelombang ketiga juga akan dilaksanakan tahun ini setelah semester baru dimulai. Materinya akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan pengembangan produk Teaching Factory,” ujar Bagus dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6).

Selain pelatihan, kerja sama tersebut juga mencakup validasi kurikulum berbasis Project Based Learning melalui program Teaching Factory (TEFA), magang guru, Praktik Kerja Lapangan (PKL), program guru tamu dari industri bakery, hingga kunjungan industri bagi guru dan siswa.

Koordinator Guru Kuliner SMKN 3 Kediri, Agus Syafruddin, menyebut seluruh materi yang diperoleh dari BBC akan diteruskan kepada 432 siswa jurusan kuliner secara bertahap sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Menurutnya, berbagai pengetahuan baru yang diperoleh para guru sangat penting untuk memperbarui wawasan siswa mengenai perkembangan industri pastry dan bakery.

“Kami mendapatkan banyak teknik dan ilmu baru yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Pengetahuan tersebut tentu akan kami transfer kepada siswa agar mereka memiliki kompetensi yang lebih baik ketika lulus nanti,” katanya.

Agus menambahkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan juga akan dimanfaatkan untuk mengembangkan produk Teaching Factory Kuliner “Adiwangsa” yang selama ini menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.

Salah satu keberhasilan program tersebut terlihat saat Ramadan lalu. Dengan pendampingan guru, para siswa berhasil memproduksi sekitar 700 toples aneka kue kering yang dipasarkan langsung kepada masyarakat. Dari kegiatan tersebut, siswa mampu membukukan omzet sekitar Rp 35 juta.

Namun menurut Agus, nilai utama dari kegiatan itu bukan sekadar pendapatan, melainkan pengalaman berwirausaha yang diperoleh para siswa. “Tujuannya untuk melatih mental dan kemampuan berwirausaha. Tidak semua siswa nantinya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga keterampilan membuka usaha menjadi bekal yang sangat penting,” ujarnya.

Ke depan, SMKN 3 Kediri juga berencana mengembangkan berbagai inovasi produk baru, seperti Donat Prasmanan yang memungkinkan pembeli memilih sendiri topping sesuai selera, hingga Mie Sehat berbahan campuran tepung terigu dan bayam yang telah menjadi salah satu menu favorit di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Chef Hadi Haudi menegaskan bahwa Bogasari memiliki banyak inovasi resep yang mengombinasikan tepung terigu dengan bahan pangan lokal. Beberapa di antaranya Flaky Taro berbahan talas, Burnt Fermented Cassava Cheese Cake dari tape singkong, Banana Brownies Cake, Crunchy Durian Choux Paste, hingga Donat Telo berbahan ubi ungu.

Menurut Hadi, tepung terigu memiliki fleksibilitas tinggi untuk dipadukan dengan berbagai komoditas lokal sehingga mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian daerah.

“Terigu sangat potensial dipadukan dengan bahan pangan lokal Nusantara. Banyak pelaku UMKM yang berhasil mengembangkan usaha bahkan menjadikannya sebagai produk khas daerah maupun oleh-oleh unggulan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.