KabarBaik.co – Driver ojek online (ojol) kerap dilarang pihak tertentu menjemput penumpang di Terminal Arjosari Malang. Termasuk pada Minggu (22/6) lalu. Peristiwa tersebut bermula saat ojol menjemput penumpang di dalam Terminal Arjosari yang tiba-tiba dihadang preman.
Kepala Terminal Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, langsung menanggapi kejadian tersebut. Pihaknya secara resmi melarang ojol mengambil penumpang di dalam Terminal Arjosari, namun tetap diperbolehkan menurunkan penumpang di dalam terminal. Kesepakatan ini diputuskan bersama dengan komunitas ojol dan angkot.
“Ternyata aturan baru yang kami terapkan sebelum kita audiennsi lebih lanjut menimbulkan konflik, bukan dengan sopir angkotnya, melainkan trayek angkot karena ojol diperbolehkan mengambil dan menurunkan penumpang di wilayah terminal,” ujar Mega saat ditemui di kantor Humas Terminal Arjosari, Rabu (25/6).
Mega menegaskan, pihaknya telah melakukan rapat dan audiensi dengan perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, kepolisian, serta paguyuban sopir angkot. Dari hasil rapat tersebut menghasilkan persetujuan bersama untuk menciptakan peraturan yang baru. Yakni, ojol tetap bisa mengantar penumpang ke dalam terminal dan dilarang menjemput.
“Kita menyetujui ojol tidak diizinkan mengambil penumpang, akan tetapi hanya di perbolehkan drop-off penumpang,” tandas Mega. (*)







