KabarBaik.co, Bojonegoro – Sepanjang 2025, kinerja produksi minyak Blok Cepu kembali mencatatkan hasil impresif. Di tengah tantangan industri hulu migas yang semakin kompleks, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sukses melampaui target produksi yang ditetapkan pemerintah, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.
Sebagai operator salah satu blok migas terbesar di Indonesia, EMCL membukukan rata-rata produksi lebih dari 150.000 barel minyak per hari sepanjang tahun ini. Angka tersebut tidak hanya melampaui target yang disepakati dalam Work Program & Budget (WP&B) bersama SKK Migas, tetapi juga melampaui target yang ditetapkan dalam APBN.

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi dan kapabilitas operasional EMCL dalam menjaga stabilitas produksi di lapangan. Keunggulan kompetitif perusahaan—mulai dari pemanfaatan teknologi canggih, eksekusi proyek yang presisi, integrasi standar global, hingga dukungan talenta-talenta Indonesia berpengalaman—menjadi faktor kunci di balik keberhasilan ini.
Momentum positif juga diperkuat dengan rampungnya program Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) pada pertengahan 2025. Program pengeboran ini diselesaikan 10 bulan lebih cepat dari jadwal, menghadirkan tambahan sumur baru yang langsung berkontribusi pada peningkatan produksi Blok Cepu.

Memasuki 2026, industri migas nasional menghadapi tantangan yang semakin nyata. Pemerintah menargetkan lifting minyak sebesar 610.000 barel per hari guna membalikkan tren penurunan produksi nasional. Target ambisius tersebut menuntut kolaborasi erat dan kinerja optimal dari seluruh pelaku industri.
Berbekal pengalaman menjaga performa produksi sepanjang 2025, EMCL menyatakan kesiapan untuk terus menjalankan operasi yang andal, aman, dan efisien. Kolaborasi strategis dengan SKK Migas serta para pemangku kepentingan lainnya akan tetap menjadi fokus utama dalam menjaga keberlanjutan produksi.

Capaian 2025 pun menjadi fondasi kuat bagi EMCL untuk terus memainkan peran strategis dalam memastikan pasokan energi Indonesia tetap terjaga secara konsisten di tahun-tahun mendatang.(*)








